pelantar.id – Badan Meterorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, tsunami menerjang wilayah Kota Palu, Sulawesi Tengah pascagempa bumi berkekuatan 7,4 Skala Richter pada pukul 17.02. Lima menit setelah gempa, BMKG langsung mengeluarkan peringatan tsunami dengan level siaga.

“Waktu tiba tsunami diperkirakan pukul 17.22 WIB. Sebelumnya BMKG sudah mengeluarkan peringatan terjadinya tsunami dengan potensi kenaikan air laut setinggi 50 cm dan maksimal tiga meter,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers di Kantor BMKG,” Jumat (28/9), dilansir dari cnbcindonesia.com.

Baca Juga : Palu Lumpuh Total, 5 Orang Hilang

Selanjutnya, berdasar pengamatan staf BMKG di lapangan, terjadi kenaikan muka air laut sekitar 60 cm pada pukul 17.27 WIB. Selain itu terpantau dari saksi mata di lapangan ketinggian muka air laut menjadi 1,5 meter di lapangan pantai Palu. Namun setelah BMK memantau saat tsunami datang, terlihat air naik semakin surut dan akhirnya dengan surutnya air, maka BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 17.36 WIB atau 18.36 WITA.

Baca Juga :   Michael Learns to Rock Akan Konser di Batam, Catat Jadwalnya

“Memang benar tsunami terjadi dengan ketinggian 1,5 meter tapi sudah berakhir pada pukul 17.36 WIB,” ujarnya.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati memberi keterangan kepada pers di Kantor BMKG,” Jumat (28/9).
Foto: Detik.com/ Noval

Dwikorita mengatakan, pihaknya melakukan pemutakhiran data bahwa Gempa Donggala yang terjadi pukul 17.02 WIB berkekuatan 7,4 SR, dari sebelumnya 7,7 SR. Pusat gempa tersebut terjadi pada 0,2 lintang selatan dan 119,89 bujur timur, serta kedalam 11 km. Pusat gempa tersebut berjarak 25 km timur laut dari Donggala, Sulteng.

Imbauan BNPB
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengimbau kepada masyarakat di Sulawesi Tengah dan sekitarnya untuk tetap waspada.

Baca Juga :   Warga Kota Batam Diminta Waspada Banjir Rob

“Jangan melakukan aktivitas di bangunan yang konstruksi tidak kuat. Masyarakat tetap berada di luar rumah untuk antisipasi segala kemungkinan yang ada,” kata Sutopo dalam wawancara yang disiarkan televisi, Jumat (28/9) malam.

Menurut Sutopo, sampai sekarang belum ada laporan data pasti mengenai jumlah kerusakan bangunan maupun korban manusia. Namun, puluhan rumah dan bangunan lainnya dipastikan rusak parah, dan sejumlah warga sudah dievakuasi ke lokasi yang relatif lebih aman.

“Pelaporan ke Jakarta mengalami kendala, jadi belum bisa menerima laporan detailnya,” ujar Sutopo.

 

Editor : Yuri B Trisna