Interior Ferrari Luce Dibangun Nyaris Ulang, Sentuhan Jony Ive Bikin Kabin Makin Berbeda

Interior Ferrari Luce bergerak ke arah yang jauh lebih bersih dari pola lama, dan itu bukan sekadar soal tampilan. Mobil listrik pertama Ferrari ini hampir menyingkirkan plastik dari kabin, lalu menggantinya dengan kaca dan aluminium anodisasi sebagai elemen yang paling sering disentuh.

Perubahan itu lahir dari kolaborasi yang tidak biasa. Ferrari menggandeng LoveFrom, studio desain yang dipimpin Sir Jony Ive dan Marc Newson, untuk memberi Luce sudut pandang baru tanpa melepas kendali pengembangan dari tangan Ferrari sendiri.

Di dalam kabin, pendekatan ini terlihat sangat tegas. Ferrari menyebut hampir seluruh elemen interior dirancang ulang, sementara komponen yang paling dominan justru memakai material yang terasa lebih dekat ke dunia desain produk premium ketimbang mobil sport konvensional.

Salah satu bagian yang paling menonjol adalah panel instrumen yang dibuat sebagai unit mandiri. Panel itu berisi tiga dial dengan bezel aluminium, lensa kaca presisi, dan rumah aluminium anodisasi, sehingga tampilannya terasa seperti gabungan instrumen mekanis dan digital.

Tata informasinya juga dibagi dengan rapi. Panel kiri menunjukkan tenaga serta pengereman regeneratif, panel tengah menampilkan kecepatan dan kapasitas baterai lewat jarum mekanis dan layar digital, sedangkan panel kanan bisa memuat hingga tujuh informasi kendaraan yang dipilih melalui sakelar mekanis di balik kemudi.

Ferrari juga merancang layar di kabin bersama Samsung. Panel instrumen dipasang langsung pada kolom kemudi, jadi posisinya ikut bergerak saat setelan kemudi diubah dan pengemudi tetap bisa melihatnya dengan nyaman.

Penggunaan kaca di kabin tidak berhenti di layar. Ferrari memakai Corning Gorilla Glass secara luas, dan material itu disebut sebagai yang pertama digunakan pada kendaraan produksi massal dengan alasan daya tahan serta ketahanan terhadap goresan.

Tombol, tuas, dan kenop pun ikut mengikuti bahasa material yang sama. Tuas transmisi, tombol pada roda kemudi, dan kenop volume memadukan kaca dan aluminium, sementara Ferrari dan LoveFrom bekerja langsung dengan Corning untuk mencari solusi teknis yang cocok bagi tiap komponen.

Pendekatan ini juga berdampak pada cara pengemudi berinteraksi dengan mobil. Ferrari menyebut riset LoveFrom ikut mengkaji beban kognitif saat orang menggunakan layar sentuh, sehingga tombol fisik tetap dipertahankan dan ketergantungan pada layar sentuh dikurangi.

Di tengah kabin, ada layar multifungsi bernama Multigraph yang menggabungkan unsur mekanis dan digital. Fungsinya bisa berubah menjadi jam, kompas, stopwatch 60 detik, dan hitung mundur lima detik ketika mode peluncuran diaktifkan.

Ferrari juga memberi perhatian khusus pada momen menyalakan mobil. Karena Luce tidak memakai mesin bensin, kuncinya dibuat dari Gorilla Glass dan menggunakan layar E-Ink, yang diklaim sebagai yang pertama dipakai pada mobil produksi.

Saat kunci dimasukkan, cahaya kuning khas Ferrari mengalir dari kunci ke konsol tengah lalu menerangi tuas transmisi. Proses menyalakan mobil dibuat bertahap agar terasa lebih emosional, bukan sekadar prosedur teknis.

Kolaborasi Ferrari dan LoveFrom sendiri dimulai dengan kunjungan tim desain ke Maranello untuk mempelajari arah teknis Luce. Setelah itu, LoveFrom bekerja sekitar enam bulan secara independen di San Francisco sebelum kembali membawa hasil riset dan sejumlah buku konsep, termasuk sekitar 20 hingga 25 sketsa eksterior yang digambar manual.

Setelah fase itu, keduanya mulai bekerja bersama secara intensif sejak Februari 2022. Pada tahap ini, visi desain dari LoveFrom mulai diterjemahkan ke detail yang lebih dekat dengan produksi, sementara pengawasan tetap berada di bawah Kepala Desain Ferrari, Flavio Manzoni.

Ferrari menyebut kerja sama ini sebagai cara untuk mencari perspektif baru dalam pengembangan kendaraan listrik. Benedetto Vigna menilai bekerja dengan orang dan tempat yang sama terus-menerus bisa menyempitkan pandangan, sedangkan LoveFrom membawa bahasa desain teknologi dan industri yang berbeda.

Prinsip yang disepakati sejak awal sederhana, yaitu desain harus mengikuti fungsi. Ferrari tetap menempatkan estetika dan aerodinamika sebagai prioritas utama, dan bagi pelanggan yang menginginkan tampilan lebih sporty, tersedia opsi personalisasi berbahan serat karbon melalui konfigurator Luce.

Source: voi.id

Baca Juga

Back to top button