pelantar.id – Setiap jurnalis yang menjadi calon anggota legislatif (caleg) atau tim sukses (timses) dalam pemilihan umum (pemilu), harus cuti atau mundur dari profesinya. Hal itu untuk menghindari ketidaknetralan jurnalis dalam menjalankan kerja-kerja jurnalistiknya.

Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo menegaskan, dalam kode etik  jurnalis sudah tegas disebutkan, jurnalis atau wartawan bekerja untuk kepentingan publik. Karena itu,  ketika seorang jurnalis maju menjadi caleg atau bergabung menjadi tim sukses baik untuk caleg, pasangan kepala daerah  atau pasangan calon presiden dan wakil presiden, halntersebut berarti sudah menyalahi prinsip tersebut.

Karena itu, si jurnalis tersebut wajib  mengundurkan diri dari profesinya sebagai jurnalis.

“Kami minta supaya dia nonaktif, cuti sementara atau mundur dari profesi wartawan,” ujar Yosep di Jakarta, Selasa (23/10).

Ketua Dewan Pers, Yosep Stanley Adi Prasetyo

Yosep mengatakan,saat ini ada sejumlah jurnalis atau pemimpin redaksi yang telah mundur dari profesinya saat menjadi caleg di salah satu partai dan melapor kepada Dewan Pers. Menurut dia, hal ini merupakan contoh bagus yang harus ditiru jurnalis di seluruh Indonesia jika memang terlibat langsung baik sebagai peserta maupun  timses dalam pesta demokrasi.

Baca Juga :   Pemerintah Akan Evaluasi Dana Desa

Baca Juga : 

Menapak Jalan Terjal Kesejajaran Profesi Fotojurnalis

Dewan Pers mengatur perihal ini melalui Surat Edaran Nomor 02/SE-DP/II/2014 tentang Independensi Wartawan dan Pemuatan Iklan Politik di Media Massa. Dewan Pers juga mendorong redaksi media  diisi wartawan yang mempunyai kompetensi utama, agar dapat menjaga independensi media tersebut,

“Kami punya nota kesepahaman dengan Bawaslu, KPU dan KPI terkait penggunaan media untuk kepentingan politik. Nanti muncul teguran bersama lembaga ini,” kata Yosep.

Terkait tahun politik sekarang ini, Dewan Pers pun mengimbau jurnalis untuk hanya menggunakan sumber yang kredibel dan menjauhi mengambil informasi dari media sosial. Meski informasi dari media sosial diperbolehkan, tapi seorang jurnalis tetap harus  melakukan konfirmasi, klarifikasi, dan verifikasi atas informasi tersebut.

Baca Juga :   Asyik, TCASH Sekarang Bisa Digunakan Semua Operator

Sumber: Republika