Membersihkan kotoran tikus tidak bisa dilakukan sembarangan karena cara yang salah justru dapat membuat partikel berbahaya beterbangan ke udara. Dalam kondisi seperti itu, risiko paparan Hantavirus bisa meningkat karena virus tidak hanya terkait gigitan tikus, tetapi juga partikel halus dari urine, air liur, dan kotoran tikus yang mengering.
Itulah alasan mengapa area yang tampak kecil atau sepele tetap perlu ditangani dengan hati-hati. Saat kotoran tikus terganggu tanpa perlindungan, partikel mikroskopisnya dapat terlepas dan masuk ke saluran pernapasan, terutama di ruang tertutup dengan sirkulasi udara yang buruk.
Sebelum mulai membersihkan, langkah awal yang dianjurkan adalah membuka jendela dan pintu selama minimal 30 menit. Cara ini membantu memperbaiki aliran udara di dalam ruangan sebelum area terkontaminasi disentuh.
Setelah itu, perlengkapan pelindung perlu disiapkan terlebih dahulu. Masker medis atau masker N95 jika tersedia, sarung tangan, dan cairan disinfektan menjadi perlengkapan penting untuk membatasi kontak langsung dan mengurangi risiko paparan.
Cara yang aman dimulai dari membasahi kotoran tikus dengan disinfektan sampai benar-benar lembap. Cairan itu perlu didiamkan sekitar 5 hingga 10 menit agar bekerja mematikan virus sebelum kotoran diambil.
Sesudah basah, kotoran bisa diangkat menggunakan tisu sekali pakai atau kertas bekas. Benda yang sudah digunakan itu langsung dimasukkan ke kantong plastik sampah agar tidak tercecer kembali, lalu permukaan yang terkena kotoran dipel lagi dengan disinfektan.
Kalau kotoran berada di karpet, penanganannya bisa lebih khusus. Pembersihan dapat memerlukan steam cleaning atau pencucian dengan sampo karpet khusus disinfektan agar area benar-benar tertangani.
Ada beberapa kebiasaan yang justru harus dihindari saat membersihkan. Menyapu kotoran tikus tidak disarankan, begitu juga memakai vacuum cleaner, karena keduanya bisa menyebarkan partikel virus ke udara sekitar.
Kotoran yang masih kering juga tidak boleh dipindahkan begitu saja. Semua bagian perlu dibasahi lebih dulu dengan disinfektan sebelum diangkat supaya partikel berbahaya tidak berhamburan.
Setelah kotoran terkumpul dalam kantong pertama, kantong itu sebaiknya dimasukkan lagi ke kantong plastik kedua. Kedua lapisan lalu diikat rapat sebelum dibuang ke tempat sampah di luar rumah untuk mencegah kebocoran.
Proses pembersihan belum selesai sampai perlengkapan yang dipakai juga ditangani dengan benar. Sarung tangan perlu dilepas dengan cara dibalik agar bagian luar yang kotor tetap berada di dalam, lalu tangan dicuci dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik.
Bagian tubuh lain yang mungkin ikut terpapar juga perlu dibersihkan. Pakaian yang digunakan saat membersihkan sebaiknya segera diganti dan dicuci dengan air panas.
Membersihkan kotoran tikus hanya mengatasi bagian yang terlihat, bukan sumber masalahnya. Celah di dinding atau kolong dapur tetap perlu ditutup karena tikus bisa masuk melalui lubang kecil.
Makanan juga harus disimpan dalam wadah plastik keras atau kaca yang kedap udara. Sampah rumah tangga pun perlu dikelola dengan baik agar tidak menumpuk dan menarik tikus kembali ke dalam rumah.
Kewaspadaan terhadap Hantavirus paling efektif bila dibarengi kebiasaan membersihkan rumah secara aman. Dengan perlindungan yang tepat dan cara pembersihan yang benar, risiko penularan melalui pernapasan dapat ditekan secara signifikan.
Source: www.suara.com




