pelantar.id – Lambatnya izin khusus impor beras Kabupaten Karimun dikhawatirkan akan mengganggu persediaan beras menjelang datangnya bulan Ramadhan tahun ini. Bupati Karimun Aunur Rafiq menyatakan, menjelang datangnya bulan puasa, biasanya permintaan beras akan meningkat.

“Sudah kita ajukan ke pemerintah pusat melaui provinsi. Bahkan GubernurNurdin Basirun pun sudah membahas hal ini dengan pemerintah pusat. Tapi sampai sekarang belum ada perkembangan soal kuota khusus impor untuk kita,” kata Rafiq di Karimun, Senin (30/4).

Menurut Rafiq, beberapa pengusaha sudah mengantongi izin dan tinggal menanti persetujuan pusat. Dia mengatakan, dari hasil pertemuannya dengan distributor sembako di Karimun beberapa waktu lalu dipastikan mereka telah menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan untuk izin impor.

Baca Juga :   Demontrasi Tolak Omnibus Law Pecah di Berbagai Daerah, Ratusan Orang Ditangkap

“Untuk kewenangan dari kita sudah dilengkapi dan semua yang menjadi wewenang Kabupaten Karimun kita permudah. Yang ke pusat pun kita berikan rekomendasi, tinggal menanti keputusan pemerintah pusat,” jelasnya.

Rafiq menyatakan, urusan kuota khusus impor memang tidak segampang yang dibayangkan. Atas dasar itu, dia mengaku telah mengantisipasi dengan meminta Dinas Perindag, Koperasi, UKM dan ESDM untuk memeriksa stok beras secara berkala.

Penulis : Abdul Gani

Editor  : Joko Sulistyo