pelantar.id – Dinas Pemuda dan Olahraga Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berencana menjadikan Jembatan I Dompak di Kota Tanjungpinang sebagai kawasan car free day atau hari bebas kendaraan. Rencana ini untuk meningkatkan minat olahraga masyarakat, sekaligus memanfaatkan sarana pemerintah untuk kegiatan masyarakat.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kepri, Mayfrizon mengatakan, berdasarkan survei, persentase olahraga masyarakat di Provinsi Kepri baru sekitar 15 persen, masih ada 85 persen lagi masyarakat yang enggan berolahraga. Pelaksanaan car free day di Jembatan I Dompak akan dimulai pada 18 November 2018.

“Peluncuran car fre day akan dilaksanakan dalam acara khusus. Selanjutnya, masyarakat bisa menggunakan kawasan Jembatan I Dompak setiap hari Minggu mulai pukul 06.00 sampai 08.00 WIB,” katanya di Tanjungpinang, dikutip kepriprov.go.id, Senin (8/10).

Maayfrizon berharap, dengan diberlakukannya car free day di kawasan Jembatan I Dompak, semangat masyarakat untuk berolahraga akan meningkat. I pun meminta pemerintah daerah, instansi terkait dan seluruh elemen masyarakat ikut berpartisipasi mendukung pelaksanaan car free day di Jembatan I Dompak.

Jembatan I Dompak yang menghubungkan wilayah Kota Tanjungpinang dengan Pulau Dompak sebagai pusat pemerintahan Provinsi Kepri.
Foto: Humas Pemprov Kepri

Jembatan Penghubung
Jembatan I Dompak merupakan jembatan penghubung antara Kota Tanjungpinang dengan Pulau Dompak yang menjadi pusat pemerintahan Provinsi Kepri. Sejak direncanakan dibangun pada 2007 silam, jembatan sepanjang 1,5 kilometer ini digadang-gadang akan menjadi ikon baru di Kepri, khususnya Tanjungpinang.

Baca Juga :   Timsel Putuskan 20 Calon Anggota Bawaslu Kepri Lanjut Tes Kesehatan

Rencana proyek pembangunan Jembatan I Dompak dimulai di era Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah dan berlanjut di bawah kepemimpinan Muhammad Sani (almarhum). Seiring dengan pembangunan jembatan tersebut, Pemprov Kepri juga menyulap Pulau Dompak yang seluas hampir 1.000 hektare menjadi pusat pemerintahan provinsi.

Pelaksanaan pembangunan jembatan ini menggunakan sistem pembiayaan tahun jamak atau multiyears. Dalam Detail Engineering Design (DED), proyek pembangunan strategis di Pulau Dompak meliputi pembangunan kantor gubernur, kantor DPRD, masjid raya, jembatan (1, 2 dan 3) serta stadion olahraga. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp1,6 triliun.

Baca Juga : Baja Senilai Rp4,4 Miliar Sisa Proyek Jembatan Dompak Raib

Namun, pembangunan proyek-proyek strategis tersebut tak berjalan mulus. Keuangan daerah tersendat sehingga rencana pembangunan stadion terpaksa ditunda. Khusus pembangunan Jembatan I Dompak, anggaran yang dihabiskan sekitar Rp300 miliar lebih. Pelaksanaannya pun baru dimulai tahun 2014, di masa kepemimpinan M Sani (almarhum) yang dilanjutkan oleh Gubernur Nurdin Basirun.

Baca Juga :   Kasus Covid-19 Tinggi, Kawasan Pariwisata di Barelang Ditutup

Awalnya, Jembatan I Dompak akan diberi nama Jembatan HM Sani. Namun, karena gubernur yang berjasa membangun jembatan penghubung itu ada tiga orang, dan agar tidak timbul polemik kecemburuan, maka disepakati untuk mengambil nama tokoh pahlawan Melayu yaitu Sultan Mahmud Riayatsyah. Meski demikian, nama HM Sani tetap disematkan di bagian jembatan tersebut, sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum.

 

Editor : Yuri B trisna