Bentuk kamera wearable tidak lagi harus mengikuti pola yang sama. Di tengah dominasi kacamata pintar yang sering terlihat mencolok, muncul gagasan yang jauh lebih kecil dan lebih mudah menyatu dengan penampilan sehari-hari: jepit rambut berkamera.
Perangkat ini membawa nama kerja DC Mini dan masih berupa prototipe. Startup Computer Angel, yang dipimpin Jenny Zhang, mengembangkan konsep tersebut dengan klip yang menempel pada rambut dan mengarahkan kamera ke depan.
Yang membuat ide ini menarik bukan cuma ukurannya yang ringkas. Dibanding smartglasses, bentuk jepit rambut dinilai lebih samar saat dipakai dan tidak terlalu mengganggu tampilan pengguna.
Pendekatan itu juga memberi ruang bagi kategori pengguna yang selama ini belum banyak disasar secara serius oleh perangkat wearable. Desainnya disebut lebih mungkin menarik minat pengguna perempuan, tetapi bukan dalam arti membuat teknologi terlihat lebih feminin.
Jenny Zhang menekankan bahwa poin utamanya justru ada pada bagaimana teknologi benar-benar menyatu dengan kehidupan pengguna. Menurutnya, bentuk perangkat memengaruhi cara perangkat itu dipakai, termasuk saat bisa digantung di tas, terlihat menarik, dan tetap mewakili identitas penggunanya.
Bukan sekadar kamera untuk rambut
Melihat DC Mini hanya sebagai kamera yang dijepit di rambut akan membuat fungsinya terlihat terlalu sempit. Karena memakai sistem klip, perangkat ini disebut bisa dipasang ke banyak benda lain dan tidak terikat pada satu cara penggunaan saja.
Itulah yang membuat DC Mini punya potensi lebih luas sebagai kamera portabel untuk vlogging. Di saat orang semakin terbiasa merekam momen dengan cepat, perangkat kecil seperti ini menawarkan cara yang lebih praktis dibanding harus selalu mengandalkan ponsel atau membawa tripod.
Fleksibilitas itu juga membedakannya dari banyak wearable lain. Alih-alih hanya menjadi aksesori mode, DC Mini lebih dekat ke alat kreatif serbaguna yang bisa dipakai untuk mengambil sudut pandang berbeda dengan cara yang sederhana.
Konsepnya pun mengingatkan pada kamera life-logging. Proyek Computer Angel disebut memiliki kemiripan dengan Google Clips dan Looki L1, yang sama-sama berangkat dari ide merekam momen secara ringan dan cepat.
Dikembangkan dari proses yang ikut dibagikan ke publik
Perhatian terhadap proyek ini datang bukan hanya dari bentuk produknya. Jenny Zhang, yang berlatar sebagai pembuat film sekaligus insinyur otodidak, mendokumentasikan proses pengembangan DC Mini di media sosial.
Ia juga pindah dari New York ke Shenzhen, China, untuk mewujudkan proyek tersebut. Latar belakang itu membuat DC Mini terasa seperti bagian dari cerita yang lebih besar, karena perangkatnya memang lahir dari proses bercerita dan pembuatan konten.
Ada hubungan yang menarik di situ. Kamera yang dirancang untuk membantu storytelling juga tumbuh di ruang digital yang sangat bergantung pada storytelling untuk menarik perhatian publik.
Masih prototipe, tapi potensinya sudah terlihat
Sampai sekarang belum ada informasi kapan DC Mini akan siap dijual sebagai produk konsumen. Karena itu, perangkat ini masih lebih tepat dipandang sebagai proyek yang layak dipantau daripada produk yang siap dibeli dalam waktu dekat.
Meski begitu, posisinya sudah jelas berbeda dari wearable kamera lain. Basis pengguna yang mungkin tidak sama dengan smartglasses bisa memengaruhi cara publik memandang perangkat ini, termasuk seberapa besar kekhawatiran soal privasi yang muncul.
Kamera wearable memang selalu berhadapan dengan isu privasi, termasuk perangkat berkamera seperti Ray-Ban Meta. Namun, jepit rambut berkamera ini membuka jalur lain yang lebih dekat dengan gaya hidup, lebih fleksibel untuk kreasi video, dan lebih mudah diterima sebagai bagian dari penampilan sehari-hari.
Source: www.androidpolice.com