Pelantar.id-Tangan dingin sutradara James Mangold berhasil menciptakan film Ford VS Ferrari yang tidak sia-sia.

Film otomotif ini dibikin cukup rapi dan diselaraskan dengan drama dan aksi yang berimbang, akurasi sejarah yang baik, serta jalan cerita yang tidak bertele tele.

Film ini terbagi dalam dua bagian yang sangat jelas, bagian pertama menjelaskan latar belakang mengapa pada tahun 1963 Henry Ford II (cucu dari Henry Ford) sangat bernafsu untuk mengalahkan dominasi Ferrari di Le Mans.

Ford Vs Ferrari bercerita tentang dua sahabat Carol Shelby ( Matt Damon ) dan Ken Miles ( Christian Bale ) yang dikontrak oleh raksasa produsen otomotif Ford Motor Company untuk menciptakan sebuah mobil balap untuk mengalahkan hegemoni Ferrari di ajang balap Internasional bergengsi 24 Hours Of Le Mans di Perancis.

Bermula dari usulan Vice President dari Ford Lee Iacocca (Jon Bernthal) untuk membeli saham Ferrari yang saat itu hampir bangkrut, untuk menarik pasar anak muda sebagai pembeli mobil ford. Namun disaat saat terakhir Enzo Ferrari membatalkan perjanjian saham tersebut dengan menyebutkan bahwa Ford hanya membuat mobil berkualitas rendah.

Baca Juga :   Telkomsel Gelar The NextDev, Cari Pengembang Startup di Batam

Hal ini membuat Henry Ford II tersinggung dan memicu persaingan antara Ford dan Ferrari. Maka terciptalah mobil balap legendaris dari Ford yaitu GT40mk2.

Bagian kedua dari film ini bercerita tentang dua sahabat veteran Le Mans, yaitu Caroll Shelby dan Ken Miles. Keduanya merupakan veteran 24hours of LeMans yang pernah bersaing menjadi juara. Sebenarnya cerita dua sahabat ini lebih kuat.

Caroll Shelby dipercaya untuk membentuk tim balap dengan mobil balap prototipe GT40. Karena Shelby tidak bisa duduk dikursi balap lagi disebabkan oleh kondisi jantungnya, maka ia mengajak Ken Miles sebagai penasehat teknis dan pembalap di tim tersebut.

Keduanya kemudian mengembangkan GT40 hingga sempurna dan akhirnya dapat mengalahkan dominasi Ferrari di ajang bergengsi tersebut. Banyak kontroversi dan campur tangan korporasi dalam perjuangan mereka berdua, bahkan Ken Miles sudah memperingatkan Shelby sebelumnya.

Baca Juga :   Lima Kuliner Melayu Favorit di Batam

Film ini berimbang dalam memberikan unsur drama dan ketegangan aksi dalam cerita. Sinematografi yang bagus, skenario yang rapih tanpa drama bertele tele, serta akurasi sejarah yang cukup tepat.

Sayangnya porsi perjuangan kedua sahabat Shelby dan Ken Miles lebih ditonjolkan daripada sisi perseteruan dua korporasi otomotif raksasa ini.

Sehingga fokus dua perusahaan tersebur mungkin kurang tepat dijadikan judul film.  Namun tidak ada keluhan selain itu, mungkin ini bisa jadi film terbaik dipenghujung tahun 2019 ini.