pelantar.id – Bisnis PT Pegadaian boleh saja menurun karena faktor musiman di bulan ini. Tapi memasuki Juli, omset perusahaan gadai milik pemerintah ini diyakini bakal langsung ngebut lagi.

Direktur Utama Pegadaian, Sunarso mengatakan, berdasarkan tren di tahun-tahun sebelumya, bisnis perusahaannya akan memantul selepas hari Lebaran. Omset perseroan pada Juli nanti diyakini akan kembali menggeliat.

“Selepas Lebaran kan kegiatan ekonomi kembali bergerak sehingga permintaan gadai akan meningkat juga,” katanya di Jakarta, baru-baru ini.

Selain itu, persiapan memasuki tahun ajaran baru juga dinilai bisa ikut meningkatkan permintaan sehingga turut menggenjot potensi bisnis gadai. Pada saat seperti ini, kalangan orang tua memang biasanya memiliki kebutuhan dana pendidikan yang cukup tinggi.

Baca Juga :   Ragam Paket Wisata dari Batam Selama Ramadan, Apa Saja?

Di bulan Juni ini, omset Pegadaian diperkirakan akan mengalami penurunan dibanding Mei 2018. Yakni dari Rp11,9 triliun menjadi hanya Rp 10 triliun alis turun 15,9 persen.

Namun pada Juli, omset Pegadaian diperkirakan akan meningkat lebih tinggi yakni mencapai 21 persen secara bulanan. Dimana pada bulan depan, perseroan memproyeksikan omset yang bisa didapat mencapai Rp12,1 triliun.

Hal serupa terjadi di 2017, dimana setelah mengalami penurunan dari Mei 2017 sebesar Rp10,7 triliun ke bulan berikutnya menjadi Rp8,5 triliun, omset Pegadaian melesat di bulan Juli 2017 menjadi Rp11,4 triliun.

Sunarso menyebutkan, untuk mengimbangi tren penurunan omset, pihaknya sudah memiliki kesiapan yang mencukupi. Di antaranya adalah dari sisi pendanaan.

Baca Juga :   Warga Asing Akan Diberi Kelonggaran Memiliki Rumah di Indonesia

Menurut Sunarso, pihaknya memiliki sumber dana yang mumpuni sebagai modal kerja untuk mengimbangi pertumbuhan bisnis gadai selepas Lebaran. Untuk operasional pascaLebaran, Pegadaian memiliki kesiapan dana sebesar Rp2 triliun sampai Rp3 triliun.

“Kami juga menerapkan cash management system (CMS) untuk pengelolaan modal kerja,” kata dia.

Pegadaian memiliki plafon pinjaman perbankan sebesar Rp40,8 triliun yang bisa ditarik untuk menyalurkan pinjaman dalam jasa gadai yang diberikan kepada para nasabah. Dari jumlah itu ada kelonggaran dana sebesar Rp12 triliun yang bisa ditarik dalam waktu dekat untuk mengimbangi kebutuhan dana.

Sumber : Kontan.co.id