Kalung Anabul Dari Makrame Cuma Rp25 Ribu, Hasilnya Terlihat Elegan Dan Personal

Kalung makrame untuk anabul ini menarik perhatian bukan karena bahan mahal, tetapi justru karena dibuat dengan modal yang sangat terjangkau. Dengan biaya sekitar Rp25.000, aksesori itu bisa terlihat mewah, unik, dan punya nilai personal karena dibuat khusus untuk hewan peliharaan yang akan memakainya.

Yang membuatnya berbeda adalah proses pembuatannya yang penuh detail. Setiap simpul harus disusun dengan hati-hati agar bentuk kalung rapi, kuat, dan pas saat dikenakan pada leher anjing.

Dibuat dari simpul-simpul sederhana

Makrame sendiri adalah teknik merangkai benang dengan simpul tertentu tanpa jarum. Benang dipasang pada penyangga seperti kayu atau besi, lalu dibentuk mengikuti pola yang sekilas mirip mengepang rambut.

Meski terlihat sederhana, teknik ini tetap menuntut ketelitian dan konsistensi. Satu simpul yang keliru bisa mengubah bentuk akhir, dan perbaikannya sering kali tidak mudah tanpa mengulang dari awal.

Pilihan yang lebih personal untuk anabul

Dalam kegiatan itu, beberapa karya sempat dipertimbangkan, mulai dari gelang, gantungan kunci, sampai kalung anjing. Kalung untuk anabul akhirnya dipilih karena dirasa lebih personal dan langsung bisa digunakan di rumah.

Sebelum kalung dirampungkan, ukuran leher anjing sudah dipastikan lebih dulu. Setelah itu, benang dipasang pada batang penyangga dengan simpul dasar, lalu disusun berulang memakai pola seperti square knot sampai panjangnya sesuai.

Proses panjang dari pagi hingga sore

Tahap akhir dilakukan dengan memasang ring besi sebagai pengait dan merapikan sisa benang agar kalung lebih kuat. Pengerjaannya tidak selalu mulus karena beberapa langkah sempat salah, dan model yang lebih rumit memang memakan waktu lebih lama.

Dalam pengalaman itu, proses dimulai sekitar pukul 10 pagi dan baru selesai pukul 5 sore. Meski tenaga terkuras, fokus pada simpul, pola, dan detail kecil membuat waktu terasa cepat karena seharian hampir tidak menyentuh ponsel.

Modal kecil, hasil yang tetap mencuri perhatian

Dari sisi biaya, komponen utamanya sangat ringan di kantong. Benang wol disebut seharga Rp20.000 dan pengait besi sekitar Rp5.000, sehingga totalnya tetap berada di kisaran Rp25.000.

Hasil akhirnya tidak sekadar aksesori handmade, tetapi juga barang yang sudah disesuaikan dengan ukuran hewan peliharaan. Karena dibuat langsung untuk pemakaian pribadi, kalung ini punya kesan yang lebih dekat dan berbeda dari aksesori biasa.

Warna pink yang justru jadi bahan tawa

Pemilihan warna ikut memberi cerita sendiri dalam prosesnya. Saat benang pink dipilih untuk kalung anjing jantan, reaksi teman-teman dan Pak Rivel sempat penuh tawa, meski pilihan itu tetap dipertahankan.

Alasannya sederhana, kalung sebelumnya juga sudah berwarna pink. Justru dari pilihan yang tidak biasa itu, hasil akhirnya terasa semakin unik dan mudah menarik perhatian.

Aktivitas yang memberi jeda dari layar

Kerajinan seperti ini juga memberi manfaat di luar hasil fisiknya. Studi dalam British Journal of Occupational Therapy menyebut aktivitas kerajinan tangan dengan gerakan berulang dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati karena membuat orang lebih fokus pada momen saat ini.

Situasi itu terasa selama proses berlangsung, apalagi kegiatan ini dilakukan sebagai selingan dari rutinitas di Marihat yang jauh dari pusat kota. Bantuan dari Pak Rivel dan istrinya juga membuat proses belajar lebih ringan karena diajarkan tanpa biaya, dan kepuasan terbesar muncul ketika kalung akhirnya pas dipakaikan ke anabul.

Source: yoursay.suara.com
Exit mobile version