pelantar.id – Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau membakar sekitar 600 kilogram barang hasil Tegahan, Rabu (24/10). Karantina hingga kini belum mengetahui siapa pemilik barang-barang tersebut.

Berbagai jenis barang produk pertanian sebanyak 600 kilogram itu merupakan hasil tegahan sejak Mei 2018. Barang-barang itu ditengh lantaran masuk dalam Media Pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (MP HPHK). Semua barang tegahan itu dimusnahkan di Kantor Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun, Jalan R Oesman Kapling Kecamatan Tebing, dengan cara dibakar menggunakan alat pemusnahan incenerator.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun, Priyadi mengatakan, sejauh ini belum ada pihak yang dikenakan sebagai tersangka, Karena sampai saat ini tidak diketahui siapa pemiliknya dari ratusan kilogram barang tegahan tanpa dokumen itu.

“Setelah kami tegah sejak Mei lalu, pemiliknya tidak lapor. Padahal kami berharap ada yang datang agar bisa melengkapi. Sudah ditunggu sampai batas waktu ditentukan, tapi satu pun tidak ada yang melapor, sampai hari ini kami musnahkan,,” katanya.

Kepala Karantina Karimun, Priyadi memusnahkan daging ayam hasil tegahan ke mesin incenerator, Rabu (24/10).
Foto: PELANTAR/Abdul Gani

Priyadi mengatakan, ke depan pihaknya berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk melakukan penegahan di laut. Dengan demikian, akan diketahui siapa pemilik barang yang ditegah. Minimal ada nakhoda yang bertanggung jawab dalam pengangkutan barang tersebut.

Baca Juga :   Pemerintah Sudah Gagal Paham Urus Batam

“Yang terjadi sekarang, pembawa barang-barang ini langsung meninggalkan kapal begitu saja di pelabuhan,” jelasnya.

Adapun jenis dan jumlah MP HPHK barang tegahan yang dimusnakan di antaranya, hasil bahan asal hewan (nuget) asal Batam sebanyak 61 kilogram, bahan asal hewan berupa daging, hewan unggas serta jeroan konsumsi berasal dari Malaysia dan Singapura, dengan berat toptal 403,5 kilogram.

Kemudian, bumbu dapur berupa bawang merah asal Batam sebanyak 204 kilogram, bawang putih asal Batam 46 kilogram dan bawang bombay asal Batam sebanyak satu kemasan atau bungkus. Buah segar asal Batam berupa jambu bangkok dan pear sebanyak 40 kilogram, serta bibit tanaman asal Malaysia sbeanyak 11 batang. Kesemuanya dimusnahkan dengan cara dibakar menggunakan alat incerator.

Baca Juga :   Telkomsel Gelar Liga Mobile Legend Berhadiah Rp2 Miliar

“Kami tidak menghitung jumlah nilai barangnya, karena kami hanya bertugas mencegah agar tidak ada MP HPHK yang masuk ke Karimun, sehingga kami tegah dan dimusnahkan,” ujarnya.

Baca Juga : 

Lanal Karimun Musnahkan Tangkapan Rokok dan Alkohol Senilai Rp3 Miliar

Menurut Priyadi, semua barang hasil tegahan yang dimusnahkan, belum ada yang terdeteksi terserang hama. Tapi tetap harus dimusnahkan sesuai aturan dan prosedur.

“Setiap barang hasil pertanian yang dibawa keluar atau masuk kan harus dilengkapi dengan surat karantina. Karena yang ini tidak melengkapi surat-suratnya, maka kami amankan,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna