pelantar.id – Pemerintah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau meminta Hiswana Migas mengurangi angka Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji bersubsidi yang akan disalurkan ke masyarakat. Gas elpiji 3 kilogram itu merupakan bagian dari program konversi bahan bakar minyak tanah ke gas.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun, Muhammad Yosli mengatakan, dalam rapat bersama Pertamina dan Hiswana Migas di Kantor Bupati Karimun, Selasa (9/10), Hiswana Migas mengusulkan tiga angka HET di Karimun. Yaitu, Rp29.781 per tabung untuk wilayah penyaluran Pulau Karimun Besar, Rp30.673 untuk wilayah Pulau Kundur, dan Rp28.887 untuk wilayah Moro.

“Kami minta Hiswana Kepri mengurangi tiga besaran HET yang mereka usulkan dalam rapat itu,” katanya di Tanjungbalai Karimun, kemarin.

Baca Juga :   Jembatan Batam-Bintan dan Hasrat Gubernur Nurdin

Yosli mengatakan, dalam rapat tim persiapan program konversi minyak tanah ke gas yang juga dihadiri perwakilan kecamatan tersebut pihaknya mmeinta Hiswana Migas menghitung kembali salah satu dasar dalam menetapkan HET, yakni biaya angkut atau penyaluran elpiji dari depo Pertamina Tanjunguban kepada konsumen. Hiswana Migas menetapkan biaya angkut sekitar Rp12.000.

“Biaya itu yang kami minta agar dikurangi. Kalau bisa begitu, biar HET elpiji ini tidak membebani masyarakat,” ujarnya.

Pemkab Karimun, lanjut Yosli, akan mengusulkan lima besaran HET untuk wilayah Karimun, atau bertambah dua dari usulan Hiswana Migas. Dua wilayah tambahan yang diusulkan adalah Kecamatan Durai dan Kecamatan Buru.

Untuk membahas HET dan penambahan wilayah distribusi tersebut, tim persiapan program konversi migas Karimun akan kembali menggelar rapat pada pekan depan. Pertemuan itu akan membahas hasil pembicaraan HET yang dilaksanakan pihak kelurahan atau desa. Selanjutnya, hasil pembicaraan tersebut akan diteruskan ke Hiswana Migas Kepri.

Baca Juga :   Penting untuk Orang Tua, Atur Penggunaan Gadget pada Anak

Bupati Karimun, Aunur Rafiq sebelumnya juga menilai bahwa HET yang diajukan Hiswana Migas Kepri masih terlalu tinggi. Ia khawatir jika HET usulan Hiswana Migas itu yang ditetapkan, masyarakat akan terbebani. Karena itu, ia berharap pada pertemuan selanjutnya bisa didapat titik temu HET.

“Perlu dibahas dan dikaji lagi, karena itu baru usulan kami berharap bisa berubah,” kata dia.

Baca Juga : 45.587 KK di Karimun Ikut Konversi Minyak Tanah ke Gas

Program konversi energi dari minyak tanah ke gas elpiji di Karimun diikuti sebanyak 45.587 kepala keluarga (KK). Peserta program konversi energi tersebut merupakan pengguna minyak tanah yang tersebar di 12 kecamatan.

Baca Juga :   ILO: Pandemi Covid-19 Berdampak pada Pekerja Perempuan dah Hilangnya Jam Kerja

Sebaran peserta konversi energi adalah, 1.874 KK di Kecamatan Belat, Buru (2.989 KK), Durai (1.982), Karimun (6.992 KK), Kundur (4.873 KK), Kundur Barat (3.303 KK), dan Kundur Utara sebanyak 2.367 KK. Selanjutnya, di Kecamatan Meral ada 7.821 KK, Moro (5.185 KK), Meral Barat (3.298 KK), Tebing (3.918 KK) dan Kecamatan Ungar sebanyak 1.824 KK.

 

Reporter : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna