pelantar.id – Pemerintah Kabupaten Karimun menyiapkan operasi pasar  untuk untuk mengantisipasi fluktuasi harga kebutuhan dan mengendalikan harga sembako jelang Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H. Bupati Karimun Aunur Rafiq manyatakan, langkah penyiapan operasi itu dirasa perlu jika kenaikan harga kebutuhan pokok mencapai ketinggian tertentu, sehingga memberatkan masyarakat.

“Operasi pasar seperti bazar murah kita adakan kalau harga sembako terjadi kenaikan cukup tinggi,” kata Rafiq belum ini.

Rafiq mengatakan, bazar murah sebenarnya sudah menjadi kegiatan rutin tahunan untuk membantu warga mendapatkan sembako dengan harga murah. Operasi pasar akan dilaksanakan di beberapa lokasi yang dikoordinir Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun.

Dia juga mengatakan telah menginstruksikan Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM untuk memantau harga sembako secara berkala menjelang bulan Puasa.

Baca Juga :   Darah Rendah Bikin Maradona Tumbang, Yuk Kenali Penyebabnya

“Sampai saat ini, harga sembako relatif stabil. Kalaupun ada komoditas yang naik, itu masih dalam batas normal,” kata dia.

Pemerintah daerah juga menjamin ketersediaan kebutuhan pokok, tidak hanya untuk bulan Puasa, tetapi juga untuk Lebaran.

Terpisah, Kepala Kepolisian Resor Karimun AKBP Hengky Pramudya mengatakan akan ikut meningkatkan pengawasan terhadap harga kebutuhan bahan pokok menjelang Ramadhan.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Stok Beras di Karimun Mengkhawatirkan

“Kita punya Satgas Pangan yang akan memantau harga-harga. Satgas Pangan juga kita harapkan meningkatkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan pemantauan,” kata dia.

Kapolres mengatakan, pengawasan harga sembako termasuk salah satu atensi dari Polri sebagai bagian dari upaya cipta kondisi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Baca Juga :   Dua Orang WNI Positif Corona, Apa Tindakan Pemerintah?

Sementara itu, salah seorang pedagang Abun mengharapkan pasokan sembako berjalan lancar sehingga tidak memicu kenaikan harga.

“Kalau pasokan tersendat, persediaan menipis dan harga pun akan naik. Kami juga tidak akan menaikkan harga semena-mena kalau modal tidak bertambah,” kata dia.

Abun menyebutkan, masalah transportasi harus menjadi perhatian dari pemerintah sehingga tidak menghambat pendistribusian sembako.

“Faktor cuaca di laut juga jadi penentu kelancaran pasokan,” kata dia.

Baca Juga : Kepri Butuh Beras Impor, Pusat Jangan Kaku

Data dihimpun dari Disdagkop, harga sebagian besar kebutuhan pokok relatif stabil, hanya telur ayam ras naik cukup tinggi, dari Rp35.000 menjadi Rp41.000 per papan isi 30 butir, namun di tingkat pengecer masih Rp1.500 per butir.

Baca Juga :   Jika Kasus Covid-19 Menurun, Sekolah Akan Dibuka Kembali pada Akhir Tahun

Sementara itu, harga beras premium berkisar Rp13.500-Rp14.000/kilogram, beras medium dari Bulog Rp9.000-9.850/kg, gula pasir Rp12.000/kg, minyak goreng curah Rp12.000/kg, daging sapi segar Rp150.000/kg, daging sapi beku Rp80.000/kg, telur ayam kampung Rp60.000/kg.

Kemudian, cabai merah Rp40.000/kg, cabai rawit Rp34.000/kg, cabai hijau Rp30.000/kg, cabai merah kering Rp45.000/kg, bawang putih Rp38.000/kg dan bawang merah Rp30.000/kg.

Penulis : Abdul Gani/Antara

Editor : Joko Sulistyo