Pelantar.id – Pengelolaan emosi yang tak stabil membuat seseorang dengan mudah meluapkan emosi. Marah adalah bentuk meluapkan kekesalan dengan jelas.

Tidak semua orang mampu marah dengan mengendalikan diri. Di antaranya mungkin menghempaskan emosi dengan melempar atau dengan tindakan kekerasan. Namun apakah amarah harus dipendam? sehingga bisa menjadi sebuah dendam dan frustasi?

Cara marah dipengaruhi oleh lingkungan keluarga dan lingkungan. Umumnya mereka yang sulit memperlihatkan kemarahan sejak kecil diajarkan bahwa marah merupakan sesuatu yang buruk dan harus dihindari.

Orang tua dan lingkungan menanamkan bahwa emosi seperti menangis, menjerit merupakan sesuatu yang buruk. Semua anak harus terus menjadi anak baik dan sopan tanpa pengetahuan menangani saat kemarahan muncul.

Seperti dikutip dari Psychology Today, marah yang tidak ditangani dengan baik akan menumpuk dan suatu saat merusak kehidupan. Pada orang dewasa kemarahan dan rasa frustasi dapat terlihat dalam keseharian di tempat kerja, di jalan, hingga kehidupan pribadi.

Baca Juga :   Canon Terbaru, EOS-1D X Mark III Disiapkan untuk Kamera Olahraga

Banyak pula yang kemudian mencoba mengalihkan dengan kebiasaan yang merugikan kesehatan seperti konsumsi narkoba dan alkohol. Dan tentu saja itu tidak baik untuk kesehatan Anda.

Penulis buku Molecules of Emotion Candace Pert mengatakan bukan mengekspresikan emosi yang melemahkan dan menimbulkan penyakit, melainkan menekan emosi.

Psikolog Lydia Temoshok menemukan bahwa pasien kanker yang menutupi kemarahannya pulih lebih lambat dibandingkan pasien yang mengekspresikan kemarahan mereka.Kemarahan hanya akan tumbuh lebih besar jika tidak dikeluarkan dengan cara yang benar.

Kelola Emosi Anda

Ada beberapa cara mengelola emosi. Pertama, temukan penyebab amarah, frustasi dan kebencian. Jika telah menemukan pemicunya, lakukan hal yang diinginkan atau dibutuhkan agar memeroleh ketenangan pikiran.

Baca Juga :   Bright PLN Batam Perpanjang Program Granada

Ajukan beberapa pertanyaan kepada diri sendiri. Kebutuhan emosi seperti apa yang dinginkan? Apakah menyangkut penghormatan, perhargaan, pengakuan, perhatian, intelektual, kontrol diri atau keamanan akan masa depan?

Apakah perilaku orang di sekeliling memengaruhi Anda? Dapatkah Anda memberitahu mereka dampak perilaku tersebut dan apa yang Anda butuhkan? Apa hal terburuk yang akan terjadi jika mengajukan permintaan tersebut? Dapatkah Anda hidup dengan semua hal tersebut?

Untuk meredakan ketegangan akibat amarah dan beban emosional, Anda harus memutuskan untuk mengenali kebutuhan diri (serta mendefinisikan masalah). Mengenali, menyuarakan dan melepaskan emosi secara sehat dibutuhkan untuk memeroleh ketenangan.

sumber: metrotvnews.com