Para atlet dari berbagai negara mengikuti event pariwisata Bintan Triathlon di Kabupaten Bintan, Kepri.

Pelantar.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sedang menyusun kurikulum pariwisata untuk pegawai negeri sipil (PNS). Kurikulum pariwisata itu bertujuan untuk meningkatkan standar kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam kepariwisataan Indonesia. 

Kurikulum kepariwisataan itu tengah dibahas dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II yang mengangkat tema besar Curriculum & Training Wonderful Indonesia Digital Tourism (WIDI) Champion 4.0.

Dalam Rakornas ini Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya mengatakan, langkah penyusunan kurikulum ini, selain untuk PNS juga ditujukan bagi mahasiswa di berbagai Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTNP).

“Lalu dari mana kita start? Jawabannya dari yang muda-muda dulu di sini, eselon 3, eselon 4, seluruh mahasiswa kita itu sekitar 10.000 jumlahnya di 6 perguruan tinggi negeri pariwisata. Nah saya yakini dengan akselerasi ini maka kita akan siap,” kata Arief Yahya di Jakarta, dikutip dari Kompas.com, Jumat (5/7/19).

Baca Juga :   Yogyakarta Punya 8 Wisata Baru

Arif mengatakan, dua unsur ini adalah unsur utama yang harus mendapatkan standar kualitas terlebih dahulu.

“Saya bilang kalau untuk milenial customer side itu sudah tidak ada masalah. Mereka sudah siap. Yang belum siap adalah di kita, di supply side. Kita regulator, Kemenpar. Lalu Industri itu sebagai supply side,” lanjutnya.

Dalam kurikulum ini, Arief ingin menekankan model ekonomi digital dalam industri pariwisata Indonesia. Menurutnya, hal ini penting karena hampir 100 persen pelanggan pariwisata Indonesia telah melek teknologi. 

Ia mengatakan, untuk menuju Tourism 4.0 maka SDM pariwisata Indonesia juga harus siap terhadap perubahan pola seputar kepariwisataan, termasuk dalam hal marketing.

Setelah para PNS dan mahasiswa memperoleh kurikulum yang tepat, selanjutnya Kemenpar akan membentuk program berbasis komunitas untuk para pelaku industri agar memiliki kualitas SDM yang baik.

Baca Juga :   56 Jurnalis Alami Kekerasan Saat Meliput Demonstrasi UU Cipta Kerja

“Kurikulum dan training ini kita sudah menggunakan pendekatan yang bagus. Jadi konsepnya menurut saya kuat,” kata dia.

***