pelantar.id – Perhelatan Kenduri Seni Melayu (KSM) kembali digelar oleh Pemerintah Kota Batam, yang dibuka dengan penampilan penyanyi Iyeth Bustami, Kamis (1/11/18) malam. Hujan yang membuat Batam basah, tak menghalangi ribuan warga datang ke lokasi acara di Dataran Engku Putri, Batam Centre.

Event yang ditaja untuk menyambut peringatan Hari Lahir Kota Batam pada 18 Desember 1829 ini rutin dilaksanakan setiap tahun, sejak tahun 1999. KSM tahun ini adalah KSM yang ke-20 kali digelar. Dan seperti yang sudah-sudah masih menarik untuk ditonton.

Tahun ini, KSM dilangsungkan mulai tanggal 1 sampai 3 November 2018. Berbagai tema acara disiapkan panitia, untuk menjadikan KSM sebagai pesta tahunan ragam jenis seni Melayu di negeri serumpun. Karena itu, KSM bukan hanya diisi dengan seni dan kebudayaan Melayu Indonesia, tapi juga kerap menghadirkan ragam seni kebudayaan dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, hingga Kamboja, Thailand dan Vietnam.

Penampilan yang disuguhkan para peserta memang sering mengundang decak kagum, dan membuat pengunjung terhibur. Terutama, tentu saja oleh aksi panggung penyanyi Melayu asal Indonesia Iyeth Bustami yang nyaris selalu hadir mengisi event ini di malam pembuka. Penampilan lain, bisa berupa atraksi budaya, tari-tarian, musik sampai pembacaan puisi dan pementasan teater. Semuanya mengusung satu tema, Kemelayuan.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan wakilnya Amsakar Achmad bersama Iyeth Bustami di malam pembukaan KSM 2018, Kamis (1/11/18).
Dok. Dispar Batam

Tadi malam, misalnya. Iyeth Bustami, penyanyi kelahiran Bengkalis, Provinsi Riau, 24 Agustus 1974 berhasil menyemarakkan suasana. Meski hujan, lirik-lirik lagu Laksmana Raja di Laut, Tanjung Katung dan Laila Canggung bisa mengajak ribuan penonton ikut bernyanyi dan bergoyang. Tak terkecuali Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan wakilnya, Amsakar Achmad serta sejumlah pejabat Pemko Batam lainnya.

Sejak beberapa hari belakangan, Batam terus diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, baik pagi hari, siang maupun malam. Rintik hujan juga mengiringi pembukaan KSM tadi malam, sekira pukul 20.20 WIB.

Baca Juga :   Percantik Jembatan 1 Barelang, Pemko Pindahkan Pedagang ke Dendang Melayu

Pariwisata Batam

“Kenduri Seni Melayu ini dilaksanakan untuk menggali potensi, melestarikan dan mengembangkan seni budaya Melayu sebagai identitas jati diri Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau,” kata Muhammad Rudi dalam sambutannya.

Rudi mengakui, di masa kepemimpinannya, jajaran Pemko Batam sedang berupaya mengejar dan terus meningkatkan sektor pariwisata. Menurutnya, pariwisata bisa menjadi andalan Batam di tengah gejolak perekonomian dunia yang tidak stabil, akibat dampak jatuhnya harga minyak dunia dan lesunya industri manufaktur.

Malam pembukaan KSM 2018 di Dataran Engku Putri, Kamis malam (1/11/18).
Foto: Dok. Dispar Batam

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Kepri secara kumulatif pada periode Januari-Agustus 2018 mencapai 1.662.476 kunjungan, atau naik 22,13 persen dibanding jumlah kunjungan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, Kota Batam menyumbang jumlah kunjungan terbesar yakni sebanyak 1.203.527 orang atau 72,39 persen dari total kunjungan wisman di Kepri.

Tahun ini, Batam mendapat target kunjungan wisman dari Kementerian Pariwisata sebanyak 1,8 juta kunjungan. Jajaran Pemko Batam, khususnya Dinas Pariwisata, optimistis target itu bisa dicapai.

Sampai Juni 2018, Dinas Pariwisata Batam menyebut, kunjungan wisman ke Batam sudah mencapai lebih dari 974 ribu kunjungan. Jumlah tersebut naik 17,76 persen dibanding periode yang sama tahun 2017. Memasuki November 2018, kunjungan wisman ke Batam disebut sudah lebih dari 1 juta.

Melihat besarnya potensi sektor pariwisata Batam, pemerintah pusat bahkan berani mematok target lebih besar lagi untuk tahun 2019 yaitu, sebanyak 2,5 juta kunjungan wisman. Untuk Provinsi Kepri, mendapat target 3,5 juta kunjungan.

Rudi mengatakan, butuh kerja keras untuk mewujudkan target besar tersebut. Tapi juga bukan hal yang mustahil untuk direalisasikan. Ia percaya, potensi sumber daya alam yang dimiliki Batam, serta didukung sumber daya manusia yang andal dan berkomitmen, Batam akan mampu memenuhi keinginan pusat.

Baca Juga :   Pulau Subi, Pusat Pertahanan Udara Jepang di Natuna

Tentu saja, Pemko Batam tidak bisa bekerja sendiri. Butuh dorongan dan kerja sama yang apik dari pihak lain, seperti Badan Pengusahaan (BP) Batam dan pihak swasta. Itulah sebabnya, Pemko Batam maupun BP Batam rajin menggandeng swasta untuk menggelar berbagai event pariwisata di kota ini. Mulai dari olahraga, kuliner dan atraksi-atraksi wisata lainnya, termasuk mengembangkan destinasi wisata baru dan yang sudah ada.

 

Penampilan Iyeth Bustami di malam pembukaan KSM 2018, Kamis (1/11/18) malam.
Dok.Dispar Batam

Dan KSM, adalah salah satu event pariwisata yang diharapkan dapat mendongkrak pariwisata Batam agar lebih dikenal masyarakat Nusantara dan mancanegara. Di setiap pegelaran KSM, ada ratusan turis asing yang masuk ke Batam. Selain bisa menyaksikan suguhan seni dan budaya Melayu, para wisman itu juga dapat menikmati sajian kuliner khas Nusantara yang dijual di lapak-lapak kuliner di lokasi hajatan.

Tentu saja, Rudi tidak asal bicara. Kementerian Pariwisata Republik Indonesia pun sudah mengakui event KSM. Yakni dengan memasukkannya dalam agenda Wonderful Indonesia.

Hal itu diakui Deputi Pengembangan Pasar Wisata Nusantara, Kementerian Pariwisata, Resti Eko Astuti yang turut hadir di malam pembukaan KSM. Ia mengatakan, kegiatan KSM sudah lulus seleksi masuk dalam kelender Wonderful Indonesia. KSM sudah dianggap sebagai salah satu magnet untuk menarik wisman datang ke Batam.

“Kami dukung penuh kegiatan ini, dan promosinya. Kenduri Seni Melayu ini masuk dalam event-event pariwisata pilihan,” kata dia.

Secara nasional, Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan wisman sebanyak 20 juta pada 2019, atau naik 3 juta kunjungan dari target tahun ini. Sama seperti Rudi, Esti punn optimistis target tersebut tercapai. Dan Batam, merupakan salah satu kota harapan penyumbang kunjungan wisman tersebut.

“Kami berharap Batam, dan Kepri ini bisa membantu dalam memenuhi target nasional. Karena itu, kami berkomitmen mendukung upaya-upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan, menyelenggarakan dan mempromosikan segala bentuk industri pariwisata,” katanya.

 

Editor : Yuri B Trisna