Bagi pengguna yang sedang melaju ke arah timur di Tol Jakarta–Cikampek, pengaturan lalu lintas sudah berubah sejak rekayasa contraflow satu lajur dibuka di Km 55 sampai Km 65 arah Cikampek. Skema ini dipakai untuk menjaga arus kendaraan tetap bergerak saat volume kendaraan meningkat.
Penerapan contraflow itu dimulai pada pukul 10.04 WIB. Langkah tersebut diambil ketika mobilitas masyarakat naik pada libur panjang Hari Buruh dan arus dari Jakarta menuju wilayah timur Trans-Jawa mulai menekan kapasitas ruas tol tertentu.
PT Jasamarga Transjawa Tol bersama kepolisian memantau kondisi di lapangan secara intensif. Pengawasan dilakukan supaya pengaturan lalu lintas tetap lancar dan aman di tengah kepadatan yang muncul.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa contraflow di ruas tersebut diberlakukan atas diskresi kepolisian. Pengaturannya bersifat satu lajur dari Km 55 hingga Km 65 arah Cikampek.
Skema ini tidak dibuat permanen. Penerapannya akan mengikuti perkembangan volume kendaraan dan hasil pemantauan petugas di lapangan.
Lonjakan arus ke timur memang kerap terjadi saat libur panjang seperti Hari Buruh. Pada periode seperti ini, kendaraan yang keluar dari Jakarta menuju timur biasanya meningkat dan berpotensi menimbulkan antrean panjang jika tidak segera diurai.
Karena itu, rekayasa lalu lintas seperti contraflow menjadi salah satu cara untuk mempercepat pergerakan kendaraan di titik padat. Selama kondisi masih padat, koordinasi antara operator tol dan kepolisian akan terus menentukan penyesuaian arus di ruas tersebut.
JTT juga mengingatkan pengendara agar tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Pengemudi diminta memastikan kondisi fisik prima, mengecek kondisi kendaraan, menjaga jarak aman, mematuhi rambu, mengikuti arahan petugas, mengantisipasi perubahan cuaca, serta memastikan saldo uang elektronik mencukupi sebelum melintas.
Source: otomotif.kompas.com