pelantar.id – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mulai serius mengembangkan wisata khusus dan ekonomi kreatif. Dua sektor itu dianggap mampu menjadi penopang utama pendapatan asli daerah.

Wakil Gubernur Kepri, Isdianto menegaskan, daerah-daerah di Kepri terdapat banyak pelaku ekonomi kreatif. Begitu pula dengan potensi wisata, semua kota dan kabupaten memiliki objek-objek wisata unggulan yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Di Batam itu, sangat banyak pelaku ekonomi kreatif. Sementara kawasan wisata, hampir semua daerah punya. Kekayaan alam kita sangat mendukung untuk dikembangkan,” katanya saat menerima kunjungan rombongan Komisi X DPR RI di Batam, dikutip kepriprov.go.id, Senin (8/10).

Isdianto mengatakan, dari 16 bidang usaha yang masuk dalam jenis ekonomi kreatif, hampir semuanya sudah berjalan di Kepri. Namun, kebanyakan pelakunya masih berjalan sendiri. Karena itu, Pemprov Kepri ke depannya akan ikut mendorong dan mendukung agar usaha ekonomi kreatif di Kepri bisa tumbuh dan berkembang lebih pesat.

“Ini akan menjadi prioritas kami,” tegasnya.

Wakil Gubernur Kepri, Isdianto

Menurut Isdianto, di era moderen ini ilmu pengetahuan menjadi sesuatu yang sangat penting dalam menggerakan aktivitas ekonomi, karena ilmu pengetahuan akan membuat seseorang cepat menguasai berbagai aspek penting. Sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi pun sangat penting perannya untuk pengembangan produk, di samping kreatifitas pelaku usaha tersebut.

Baca Juga :   Youtube Down, Tidak Bisa Memuat dan Memutar Video

“Dengan sentuhan kreatifitas ditambah wawasan pengetahuan yang baik, produk yang dihasilkan usaha ekonomi kreatif bisa lebih cepat berkembang. Memang perlu ada inovasi yang terus menerus. Dan untuk mewujudkan itu, butuh sumber daya manusia yang handal,” katanya.

Baca Juga : Ekonomi Kepri 2018 Tumbuh Positif

Wakil Ketua Komisi X DRP RI, Reni Marlinawati mengatakan, Rancangan Undang-Undang tentang Ekonomi Kreatif saat ini sedang dibahas DPR bersama eksekutif, dan ditargetkan rampung pada 2019 nanti. Jika undang-undang itu sudah diaktifkan, maka pemerintah diharuskan membentuk Kementerian Ekonomi Kreatif.

Reni mengatakan, sebelum Batam (Kepri), pihaknya sudah melakukan kunjungan kerja ke Bali dan Yogyakarta. DPR RI percaya, Batam akan menjadi salah satu daerah di Indonesia yang perkembangan ekonomi kreatifnya akan maju di masa mendatang. Posisi Batam dan Kepri umumnya sangat strategis, berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia dan negara-negara Asean lainnya.

Menurut Reni, sektor ekonomi kreatif sudah saatnya menjadi perhatian pemerintah sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat dan negara. Reni mencontohkan Korea Selatan yang saat ini tumbuh menjadi negara aling sukses mengembangkan usaha ekonomi kreatif. Kesuksesan Negeri Gingseng itu mengelola dan mengembangkan ekonomi kreatif berdampak pada majunya berbagai lini dan sektor, mulai dari seni, sosial hingga ekonomi.

Baca Juga :   Perempuan Kepri Didorong Kembangkan Ekonomi Kreatif

“Di Indonesia sendiri, ekonomi kreatif yang payung hukumnya masih dalam pembahasan, sudah bisa menyumbang sekitar Rp10 triliun, atau sekitar 7 persen dari aktivitas ekonomi dalam APBN. Kalau digarap lebih serius dan fokus, nilainya akan lebih besar lagi. Ini potensi yang harus mendapat perhatian khusus,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala  Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo juga yakit dengan bakal bangkitnya sektor ekonomi kreatif di Provinsi Kepri. BP Batam sendiri saat ini sedang menggodok rencana pembentukan Biro Pengembangan Ekonomi Kreatif, selain telah bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif Nasional untuk pengembangan ekonomi kreatif di Batam.

“Kuliner di Batam ini sangat banyak, apalagi di Kepri, melimpah. Ini  salah satu yang akan dikembangkan. Siapkan kemasan produk yang bagus agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.

 

Editor : Yuri B Trisna