Pelantar.id – PT. Pelayanan Listrik Nasional (Bright PLN) Batam akan kembali melakukan pemadaman listrik bergilir di Batam.

Pemadaman bergilir akan dimulai pada Sabtu (23/2/2019) hingga Jumat (1/3/2019).

Pihak PLN Batam menyebut pemadaman itu dilakukan akibat pengurangan penyaluran bahan bakar gas dari sumur gas di Grissik.

Corporate Secretary Bright PLN Batam Samsul Bahri mengatakan, beban puncak di Batam mencapai 445 hingga 450 megawatt. Sementara konsumsi listrik dari bahan bakar gas mencapai 70 persen dari total beban puncak.

“Pemeliharaan di ConocoPhillips berdampak pada berkurangnya pasokan gas ke mesin pembangkit PLN, membuat kami mengalami defisit 140 megawatt atau sekitar 30 persen dari beban puncak,” kata dia. 

Baca Juga :   WHO Nyatakan Virus Corona menjadi Pandemi, Apa Maksudnya?

Lanjut dia, meskipun ada pasokan gas sekitar 14 MMBTU dari cadangan di pipa PGN, jumlah tersebut belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan gas pembangkit PLN Batam. 

“Kami tak bisa menghindari kondisi ini karena ConocoPhillips sedang melakukan pemeliharaan. Meski defisit, kami akan tetap berusaha memberikan pelayanan maksimal. Semua mesin pembangkit akan kami operasikan agar tetap dapat melayani masyarakat Batam,” ujarnya.

Pemadaman dijadwalkan bersamaan dengan jadwal pemeliharaan yang dilakukan ConocoPhillips yakni pada 23 Febuari hingga 1 Maret 2019.

Pemadaman bergilir dengan skema 3 kali dalam sehari dengan durasi tiga jam setiap kali listrik padam.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman bergilir yang akan dilakukan PLN Batam. Listrik akan padam sebanyak tiga kali sehari. Durasi sekali padam selama tiga jam,” urainya. 

Baca Juga :   20 Ribu Paket Menumpuk di Kantor Pos Batam

Ia juga menjelaskan, pemadaman bergilir itu tidak berlaku bagi objek vital seperti Bandara Hang Nadim, rumah sakit, lembaga pemasyarakatan (lapas), dan layanan masyarakat lainnya. 

Detail jadwal pemadaman selama sepekan akan disampaikan PLN Batam kepada masyarakat menjelang pemadaman bergilir berlangsung.

“Kami imbau kepada pelaku usaha, seperti pemilik hotel, restoran, dan lainnya agar dapat menyiagakan dan menggunakan  mesin gensetnya. Sekali lagi, kami memohon maaf atas rencana pemadaman bergilir ini,” bebernya. 

PGN lakukan manajemen line pack

Sementara Sales Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto menyatakan pihaknya juga telah berupaya maksimal. PGN Batam nantinya memberlakukan manajemen ‘line pack’ sehingga masih tetap menyalurkan gas, meski dari sumur ‘zero flow’.

Baca Juga :   Janji Rp46 Miliar untuk Pariwisata Kepri

Lanjut Wendi penyaluran pipa tidak bisa normal. Misalnya saja untuk Bright PLN Batam, biasanya sebanyak 40 mmbtud, pada saat pemeliharaan sumur gas, yang disalurkan hanya 14 mmbtud.

Dalam kesempatan itu, Ia memuji kesiapan Bright PLN Batam untuk tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan.

“PGN sudah memberikan informasi lisan, bahwa akan ada pemeliharaan sumur gas Conoco Phlillips agar PLN Batam bisa menghidupkan mesin yang ‘idle’. PLN Batam pun sudah siap dalam kondisi yang terbaik, semua akan dioperesikan secara maksimal,” jelasnya.

(*)