Kopi Bisa Mengganggu Kerja Obat, Beri Jeda 1-2 Jam Agar Aman

Kebiasaan minum kopi terlalu dekat dengan waktu minum obat sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa mengganggu cara kerja obat di dalam tubuh. Kafein masuk cepat ke saluran pencernaan, lalu kadar tertingginya dalam darah dapat muncul dalam 15 menit hingga 2 jam setelah diminum.

Karena prosesnya cepat, kopi berpotensi berinteraksi dengan obat bila dikonsumsi berdekatan. Jennifer Bourgeois, Pharm.D., menjelaskan bahwa kopi dapat mengubah cara obat tertentu diserap, dimetabolisme, atau dieliminasi oleh tubuh.

Waktu jeda menjadi penting, terutama saat seseorang tetap ingin mempertahankan kopi pagi meski sedang sakit. Secara umum, jeda minum obat dan kopi disarankan setidaknya 1-2 jam, tetapi jarak 2-3 jam dinilai lebih aman tergantung jenis obat yang dikonsumsi.

Obat yang perlu paling diwaspadai

Sejumlah obat memang lebih sensitif terhadap kafein dibanding obat lain. Kelompok antidepresan termasuk yang perlu mendapat perhatian, seperti amitriptyline, Luvox atau fluvoxamine, Prozac atau fluoxetine, Lexapro atau escitalopram, imipramine, dan Paxil atau paroxetine.

Luvox menjadi salah satu yang paling jelas risikonya. Dr. Kelly Johnson-Arbor, M.D., menjelaskan bahwa obat ini menghambat metabolisme kafein sehingga kadar kafein dalam tubuh meningkat dan efek samping seperti jantung berdebar serta kecemasan bisa bertahan lebih lama.

Antipsikotik juga masuk daftar yang perlu diwaspadai, terutama clozapine dan olanzapine. Kafein dapat mengganggu kemampuan tubuh memecah clozapine sehingga kadar obat dalam darah bisa meningkat signifikan.

Selain itu, obat flu dan alergi tertentu juga tidak aman diminum bersamaan dengan kopi. Produk yang mengandung pseudoephedrine seperti Sudafed dan fexofenadine seperti Allegra termasuk yang perlu dihindari karena sama-sama bersifat stimulan pada sistem saraf.

Efek samping bisa terasa lebih kuat

Kopi juga dapat memperberat efek samping pada obat bronkodilator. Obat asma ini digunakan untuk merelaksasikan saluran pernapasan, tetapi efek sampingnya bisa berupa gelisah, jantung berdebar, sakit kepala, dan mudah tersinggung.

Saat dikombinasikan dengan kafein, keluhan itu bisa terasa lebih kuat. Kafein juga dapat mengurangi jumlah obat yang diserap oleh saluran pernapasan, sehingga kebiasaan minum kopi perlu disesuaikan dengan jenis obat yang sedang dikonsumsi.

Tidak semua obat bereaksi sama terhadap kopi, tetapi daftar obat yang sensitif terhadap kafein menunjukkan bahwa interaksi memang nyata. Karena itu, jeda waktu bukan sekadar anjuran umum, melainkan bagian penting agar kerja obat tidak terganggu.

Saat muncul keraguan, pilihan paling aman adalah tidak minum obat dan kopi secara berdekatan. Dengan jarak yang tepat, obat punya peluang lebih baik untuk bekerja sebagaimana mestinya tanpa dipengaruhi efek kafein.

Source: www.beautynesia.id
Exit mobile version