Kucing yang tiba-tiba bersin, pilek, atau matanya berair sering dianggap hanya mengalami gangguan ringan. Padahal, keluhan seperti ini bisa muncul dari beberapa pemicu yang saling memperlemah kondisi tubuh kucing.
Yang membuatnya penting, flu pada kucing tidak hanya soal satu penyebab. Infeksi, lingkungan, stres, dan daya tahan tubuh yang menurun sama-sama dapat membuka jalan bagi gangguan pernapasan ini.
Daya tahan tubuh jadi pintu masuk masalah
Kucing dengan kondisi tubuh yang lemah lebih mudah terserang flu dibandingkan kucing yang sehat. Keadaan ini bisa dipengaruhi usia lanjut, kekurangan nutrisi, atau penyakit lain yang sedang dialami.
Asupan makanan yang tidak seimbang juga berperan besar. Saat tubuh kekurangan vitamin, imunitas menurun dan perlindungan alami kucing ikut berkurang.
Stres sering ikut memperbesar risiko
Banyak pemilik kucing tidak menyadari bahwa stres dapat membuat hewan peliharaan lebih mudah sakit. Perubahan lingkungan, hadirnya hewan baru, atau rutinitas yang terganggu dapat memengaruhi kondisi mental kucing.
Ketika stres, sistem imunitas kucing cenderung melemah. Dalam kondisi seperti itu, virus dan bakteri penyebab flu jadi lebih mudah menyerang dan berkembang di dalam tubuh.
Virus masih jadi penyebab paling umum
Di antara berbagai pemicu yang ada, infeksi virus termasuk yang paling sering menyebabkan flu pada kucing. Feline herpesvirus dan calicivirus menjadi dua virus yang paling dikenal menyerang saluran pernapasan.
Penularannya juga tergolong mudah karena bisa terjadi lewat percikan air liur, bersin, atau kontak langsung dengan kucing yang sudah terinfeksi. Risiko ini akan meningkat saat daya tahan tubuh kucing sedang turun.
Gejala yang muncul biasanya berupa pilek, bersin, dan mata berair. Anak kucing serta kucing yang belum mendapat vaksinasi lengkap juga lebih rentan mengalami gangguan ini.
Cuaca dan tempat tinggal ikut menentukan
Kondisi lingkungan yang dingin dan lembab sering memperburuk keadaan kucing. Hewan yang terpapar angin, hujan, atau suhu yang terlalu dingin lebih mudah mengalami flu.
Tempat tidur atau kandang yang lembab dan kurang hangat juga membuat tubuh kucing bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tubuh. Jika kondisi ini berlangsung terus, sistem kekebalan jadi tidak optimal dalam melawan gangguan pernapasan.
Akibatnya, gejala flu bisa terasa lebih berat dan pemulihannya lebih lama. Karena itu, kenyamanan tempat istirahat kucing tidak boleh diabaikan.
Empat faktor tersebut menunjukkan bahwa flu pada kucing tidak muncul begitu saja. Pemilik perlu memperhatikan nutrisi, kondisi lingkungan, tingkat stres, dan daya tahan tubuh agar kucing tetap nyaman dan tidak mudah terserang infeksi.
Source: www.idntimes.com