pelantar.id – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepulauan Riau (Kepri) selama Januari 2019 turun sekitar 41,97 persen dibanding Desember 2018. Jika pada Desember 2018 angka kunjungan wisman sebanyak 319.451 kunjungan maka pada Januari 2019 hanya sebanyak 185.377 kunjungan.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, penurunan kunjungan wisman ke Kepri terpantau di empat pintu masuk utama wisman yakni, Kota Batam, Tanjungpinang, Kabupaten Karimun dan Kabupaten Bintan. Catatan BPS, jumlah kunjungan wisman di Batam turun hingga 43,60 persen, Tanjungpinang turun 47,97 persen, Karimun turun 43,76 persen, dan Bintan turun 33,92 persen.

Menurut Kepala Bidang Distribusi BPS Kepri, Rahmad Iswanto, penurunan angka kunjungan wisman pada bulan Januari merupakan pola musiman.

“Di bulan Desember kunjungan wisman naik, dan Januari turun. Ini pola musiman,” katanya di Tanjungpinang, Jumat (1/3/19) lalu.

Namun, lanjut Rahmad, jika dibandingkan Januari 2018, angka kunjungan wisman di bulan Januari 2019 tercatat mengalami kenaikan sebesar 18,09 persen.

Masih Didominasi Singapura

Terkait negara penyumbang wisman terbesar yang datang ke Kepri, masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu Singapura. BPS Kepri mencatat, wisman asal Singapura yang datang ke Kepri pada Januari 2019 sebanyak 88.513 kunjungan atau sekitar 47,75 persen dari total jumlah wisman pada Januari 2019.

Baca Juga :   Bayi Prematur Terjangkit Coronavirus Asal Inggris Berhasil Sembuh

Jumlah kunjungan terbanyak yang kedua adalah wisman berkebangsaan Tiongkok, yakni sebanyak 19.475 kunjungan atau 10.51 persen dari total kunjungan ke Kepri selama Januari 2019. Kemudian, secara berturut-turut jumlah kunjungan 10 terbanyak setelah wisman Singapura dan Tiongkok adalah wisman berkebangsaan Malaysia, India, Korea Selatan, Philipina, Jepang, Inggris, Australia, Inggris, dan Amerika.

“Kontribusi dari wisman sepuluh negara terbanyak yang mengunjungi Kepri adalah sebanyak 83,18 persen dari total seluruh kunjungan wisman pada bulan Januari 2019,” katanya seperti dilansir Antara.

BPS turut mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kepri pada bulan Januari 2019 mencapai rata-rata 63 persen atau naik 7.33 poin dibanding TPK November 2018 sebesar 58.30 persen.

Sedangkan, rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia pada hotel berbintang di Provinsi Kepulauan Riau pada bulan Januari 2019 adalah 2,07 hari atau naik 0,36 poin dibanding dengan rata-rata lama menginap tamu pada Desember 2018.

Target Wisman Kepri

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan kunjungan wisman ke Kepri tahun ini sebanyak 3,5 juta kunjungan. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri, Buralimar mengatakan, target 3,5 juta kunjungan wisman itu tersebar di tujuh kabupaten/kota di Kepri.

Buralimar

Untuk Kota Batam, ditarget menyumbang 2 juta kunjungan wisman, Kabupaten Bintan sebanyak 700 ribu kunjungan, Kota Tanjungpinang 150 ribu kunjungan, dan Kabupaten Karimun 100 ribu kunjungan. Sedangkan sisanya terbagi di Kabupaten Natuna, Kepulauan Anambas, dan Lingga.

Baca Juga :   Pemko Batam Perpanjang Insentif Pajak Daerah untuk Hotel dan Restoran

Menurut Buralimar, target tersebut cukup berat. Namun, dengan dukungan semua pemerintah kota dan kabupaten di Kepri serta dari Kemenpar, ia tetap optimistis target tersebut bisa tercapai. Tahun lalu, kunjungan wisman ke Kepri sekitar 2,5 juta kunjungan.

Sejumlah strategi dilakukan pemerintah Kepri untuk memenuhi target tersebut. Setidaknya, ada 200 event pariwisata yang siap dilaksanakan sepanjang tahun 2019, mulai dari seni dan budaya, olahraga, atraksi atau hiburan, dan lainnya.

“Kami juga akan bersinergi dengan semua elemen terkait seperti para pelaku usaha pariwisata, komunnitas, media massa dan banyak lagi. Kita semua akan bahu-membahu menarik wisman sebanyak-banyaknya ke Kepri,” kata dia.

Tak lupa, lanjut Buralimar, pihaknya juga gencar melakukan promosi ke luar negeri terutama di Singapura dan Malaysia. Dibantu Kemenpar, Kepri juga mulai memperluas pasar pariwisata ke negar-negara di kawasan Timur Tengah.

*****

Editor : Yuri B Trisna