pelantar.id – Beberapa daerah di Provinsi Kepulauan Riau memiliki banyak lahan tidur atau lahan tidak produktif. Jika Perempuan Tani aktif mendorong masyarakat memanfaatkan lahan tersebut untuk pertanian, impian Kepri menuju kedaulatan pangan bisa terwujud.

“Lahan-lahan tidur banyak di Bintan, Kepulauan Anambas, dan Natuna. Kalau lahan kosong itu kita maksimalkan untuk pertanian, bisa membantu mewujudkan Kepri yang berdaulat pangan,” kata Gubernur Kepri, Nurdin Basirun di acara pelantikan pengurus Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) se-Kepri periode 2018-2023 di Hotel Planet Holiday Batam, Selasa (27/11/18).

Nurdin mengatakan, lahan kosong yang tersebar di Kepri dapat dimanfaatkan dengan bermacam-macam tanaman seperti padi, jagung dan tanaman sayuran lainnya. Ia yakin, tanah di lahan tidur tersebut cukup subur dan cocok dikelola untuk pertanian.

Baca Juga :   Karimun Segera Terapkan Layanan e-Goverment Berbasis Data

Ia berharap, ke depan Kepri tidak lagi terus bergantung dengan hasil pertanian dari luar. Untuk itu, setiap daerah di Kepri harus fokus dan serius menggarap sektor pertanian.

“Minimal, kita bisa memenuhi kebutuhan kita sendiri, atau memasok kebutuhan untuk Kota Batam yang sangat besar,” katanya.

Selama ini, kebutuhan pangan Kepri banyak didatangkan dari luar seperti Pulau Jawa dan Sumatera. Ironinya, banyak hasil pertanian dari Sumatera misalnya dari Berastagi di Sumatera Utara yang masuk ke Kepri setelah terlebih dahulu melalui negara Singapura.

“Jadi, dari Berastagi menuju Singapura, lalu masuk ke Kepri. Ini kan lucu,” kata dia.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun (kemeja putih) bersama pengurus Perempuan Tani HKTI se-Kepri di Batam, Selasa (27/11/18). Foto: Dok. Pemprov Kepri

Harus Kerja Keras

Baca Juga :   4 WNA Penyelundup Sabu Rp1,5 Triliun Dituntut Hukuman Mati

Pemerintah Provinsi Kepri, membuka diri untuk bergandengan tangan dengan semua pihak untuk mewujudkan Kepri yang berdaulat pangan. Pembangunan sumber daya manusia dan pengembangan teknologi pertanian yang cocok untuk Kepri, menurutnya bisa mempercepat terwujudnya impian tersebut.

Nurdin mendorong Perempuan Tani HKTI harus berperan aktif dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan di Kepri, di samping meningkatkan kesejahteraan petani. Agar dapat membantu Kepri menjadi mandiri di bidang pertanian, Perempuan Tani di Kepri harus memiliki wawasan dan terus berinovasi.

“Menjadi pengurus dan anggota Perempuan Tani anggap saja ibadah, harus ikhlas bekerja demi kemajuan pertanian dan petani. Kami siap membantu. Kita memang harus bekerja bersama-sama, saling bahu, bergandengan agar cita-cita pembangunan yang merata dan berkeadilan dapat terwujud,” katanya.

Baca Juga :   Pemko Batam Lindungi Tenaga Kerja Non ASN

Sri Widayanti, Ketua Perempuan Tani HKTI Kota Batam mengatakan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin memmberi sumbangsih karya nyata bagi masyarakat khususnya petani di daerah.

“Memang harus bekerja keras. Ini adalah kerja tanggung jawab, bagaimana petani bisa sejahtera sekaligus membangun kedaulatan pangan di daerah kita ini,” katanya.

 

 

Editor : Yuri B Trisna