Dua ponsel Nokia ini sama-sama menarik, tetapi alasan menariknya berbeda jauh. Nokia 5.3 tampil sebagai pilihan yang lebih segar dan praktis, sedangkan Nokia 9 PureView masih mengandalkan pesona hardware flagship yang kini makin jarang ditemukan.
Perbedaan itu langsung terasa saat melihat kebutuhan pengguna yang dituju. Nokia 5.3 cocok untuk pemakaian harian yang sederhana dan nyaman, sementara Nokia 9 PureView lebih pas untuk mereka yang masih mencari pengalaman premium, terutama dari sisi kamera dan layar.
Yang paling terasa duluan: urusan layar
Nokia 5.3 hadir dengan layar 6,55 inci yang memberi ruang lebih lega untuk menonton video atau menjelajahi media sosial. Ukurannya memang enak dipakai, tetapi resolusinya masih HD+, jadi tingkat ketajamannya tidak setinggi ponsel kelas premium.
Di sisi lain, Nokia 9 PureView membawa layar 5,99 inci dengan panel pOLED dan resolusi QHD+. Kombinasi ini membuat tampilannya lebih tajam, warna terlihat lebih hidup, dan bagian gelap tampak lebih pekat.
Bagi pengguna yang lebih mementingkan layar besar, Nokia 5.3 memberi rasa nyaman. Namun, kalau fokusnya kualitas visual, Nokia 9 PureView masih punya keunggulan yang lebih jelas.
Performa harian: baru dan sederhana lawan lama tapi kuat
Nokia 5.3 memakai Snapdragon 665 yang dinilai cukup untuk kebutuhan umum. Aktivitas seperti chatting, membuka media sosial, dan game ringan bisa berjalan lancar tanpa banyak drama.
Ponsel ini juga mengandalkan Android One, sehingga pengalaman sistem terasa lebih bersih dan minim gangguan. Itulah yang membuat Nokia 5.3 terasa lebih aman dan praktis untuk dipakai sebagai ponsel sehari-hari.
Nokia 9 PureView menggunakan Snapdragon 845, chipset yang dulu pernah masuk kelas atas. Tenaganya masih terasa solid karena lahir sebagai perangkat flagship, tetapi faktor umur hardware membuat posisi software-nya tidak sepanjang Nokia 5.3 dalam urusan pembaruan.
Kamera jadi pembeda paling unik
Bagian kamera adalah identitas paling kuat dari Nokia 9 PureView. Ponsel ini membawa lima kamera belakang yang bekerja bersama untuk menghasilkan detail foto yang tinggi, terutama bagi pengguna yang senang mengolah file RAW.
Pendekatan seperti ini membuat Nokia 9 PureView terasa berbeda dari kebanyakan ponsel lain. Untuk pengguna yang suka bereksperimen dengan hasil foto, sensasi yang ditawarkan memang lebih spesial.
Nokia 5.3 memilih jalur yang lebih umum dan fungsional. Susunan kameranya terdiri dari lensa wide, ultrawide, macro, dan depth sensor, yang berguna untuk kebutuhan seperti foto pemandangan, close-up, dan efek bokeh.
Secara fungsi harian, konfigurasi Nokia 5.3 terasa lebih fleksibel. Meski begitu, karakter unik kamera Nokia 9 PureView tetap sulit ditandingi karena pendekatannya memang lebih berani dan khas.
Baterai dan fitur pendukung ikut menentukan rasa pakai
Nokia 5.3 dibekali baterai 4.000 mAh yang memberi peluang digunakan seharian penuh. Kehadiran jack audio 3,5 mm juga jadi nilai tambah untuk pengguna earphone kabel.
Selain itu, Nokia 5.3 turut mendukung NFC, fitur yang sering dicari untuk kebutuhan praktis tertentu. Paket seperti ini membuatnya terasa lebih relevan sebagai perangkat harian yang lengkap.
Nokia 9 PureView memakai baterai 3.320 mAh yang lebih kecil. Ponsel ini tidak menyediakan lubang earphone, tetapi menebusnya dengan Wireless Charging dan sertifikasi IP67 yang memberi ketahanan terhadap air.
Di bagian ini, Nokia 9 PureView memang tampak lebih premium lewat fitur yang lebih khas. Namun, Nokia 5.3 tetap unggul dalam pendekatan yang lebih membumi dan mudah diterima banyak pengguna.
Pilihan yang paling masuk akal tergantung kebutuhan
Jika yang dicari adalah baterai awet, layar besar, NFC, dan sistem yang lebih bersih lewat Android One, Nokia 5.3 lebih mudah direkomendasikan. Karakternya cocok untuk perangkat utama yang dipakai dari pagi sampai malam.
Sebaliknya, Nokia 9 PureView lebih cocok untuk kolektor, penggemar fotografi, atau pengguna yang masih ingin merasakan identitas hardware flagship yang kuat. Daya tariknya ada pada lima kamera belakang, panel pOLED QHD+, dan nuansa premium yang tetap menonjol meski kini mulai pudar.