Ajang prediksi podium di MotoGP Prancis ikut menambah perhatian ke Le Mans, karena periode pengumpulan poin dibuka bersamaan dengan rangkaian latihan bebas hingga balapan utama pada 8 hingga 10 Mei 2026. Peserta harus mendaftarkan akun dan mengirim tebakan tiga besar sebelum balapan utama dimulai.
Hadiah yang disiapkan juga cukup menarik. Juara pertama berhak atas 1 unit Yamaha Aerox 155, juara kedua mendapat Samsung Galaxy A26 5G, dan posisi ketiga memperoleh Samsung Galaxy A17 5G.
Di tengah sorotan itu, Le Mans tetap menjadi panggung yang penting bagi Ducati. Sirkuit ini dikenal teknis dan cuacanya sulit diprediksi, sehingga MotoGP Prancis kerap menghadirkan hasil yang bergerak jauh dari perkiraan awal.
Karakter lintasan seperti ini membuat akhir pekan di Le Mans menuntut ketelitian sejak sesi pertama. Setelan motor, pembacaan kondisi lintasan, dan kemampuan beradaptasi dari satu sesi ke sesi lain bisa sangat menentukan hasil akhir.
Alex Marquez dari Gresini Racing menilai GP Prancis menjadi momen yang tepat untuk membaca kekuatan Ducati dengan lebih jelas. Menurutnya, performa motor harus benar-benar teruji di lintasan yang punya karakter berbeda seperti Le Mans.
Ducati memang sempat menunjukkan performa yang menjanjikan sejak awal musim 2026. Namun, Alex menilai konsistensi tim masih perlu dibuktikan jika ingin menjaga dominasi di tengah persaingan yang terus berubah.
Itulah sebabnya seri kelima musim ini terasa lebih dari sekadar balapan biasa bagi kubu Ducati. Le Mans bisa memperlihatkan seberapa jauh keunggulan teknis mereka mampu bertahan saat kondisi lintasan tidak memberi banyak kompromi.
Secara umum, Le Mans punya reputasi sebagai sirkuit yang sulit ditebak. Kombinasi lintasan teknis dan perubahan cuaca sering membuat susunan podium bergeser dari prediksi awal.
Situasi itu ikut menegaskan bahwa tim besar tidak cukup hanya cepat. Mereka juga harus tepat dalam membaca detail kecil, karena faktor seperti adaptasi dan stabilitas performa sepanjang akhir pekan bisa menjadi pembeda di Prancis.