pelantar.id Lima pelajar sekolah dasar di Kecamatan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau disambar petir saat mencari ikan di kolam, Sabtu (13/10) sekira pukul 16.00 WIB. Satu orang meninggal, dua kritis dan dua orang selamat.

Kapolsek Nongsa, Kompol Albert Perwira Sehite mengatakan, petir yang menyambar kelima anak yang berusia antara 12-14 tahun itu terjadi di Kolam Haji Yasin Kampung Tengah Kelurahan Batu Besar, Nongsa. Saat itu, kelima anak tersebut sedang mencari ikan aduan.

“Korban meninggal di tempat atas nama Raga Ari Ardiansyah, warga Kampung Tengah, Batu Besar. Dua orang kritis bernama Egista Tri Ananda dan Nur Wahyudi langsung dibawa ke Rumah Sakit Elisabeth Batam Center. Sebelumnya sempat dibawa warga ke tempat praktik dokter Syahrial di Batu Besar,” katanya, Minggu (14/10).

Albert mengatakan, sore kemarin, cuaca memang sedang buruk. Hujan disertai petir melanda sebagian besar wilayah Batam.

Baca Juga :   Incar Investasi US$60 Miliar, Batam Kembangkan Zona Ekonomi Khusus Pariwisata dan Logistik

Informasi dari warga, lima anak itu adalah pelajar di salah satu SD negeri di Nongsa. Mereka tinggal di Kampung Tengah, Batu Besar. Korban meninggal, Rangga Ari Ardiansyah berumur 12 tahun dan tinggal di  RT 01 RW 10. Dua korban kritis bernama Wahyu dan Egis.

Baca Juga : Anggota Satpol PP Tewas Saat Mancing

Cerita yang berkembang di warga setempat, saat kejadian, awalnya lima pelajar SD itu sedang berteduh dari hujan deras di pondok kebun milik warga. Tak jauh dari pondok itu, terdapat kolam yang katanya banyak terdapat ikan aduan.

Entah siapa yang memulai, mereka kemudian keluar dari pondok dan mencari ikan untuk aduan di kolam tersebut.

“Jadi, waktu mereka cari ikan di kolam itu, tiba-tiba ada petir, dan langsung menyambar mereka,” kata seorang warga Kampung Tengah.

Baca Juga :   8 Film Pendek Dalam Negeri yang Tersedia Di Youtube

Dari lima remaja itu, kondisi Rangga yang paling mengenaskan. Ia dikabarkan meninggal di tempat kejadian. Sementara dua temannya kritis dan dua lagi bernasib mujur, meski ikut terlempar akibat sambaran petir.

Warga yang melihat kejadian itu, kemudian membawa mereka ke praktik dokter terdekat. Selanjutnya dua korban kritis dibawa ke Rumah Sakit Elisabeth di Batam Center.

Ketua RW 10 Kampung Tengah, Agus mengatakan, saat dibawa ke tempat praktik dokter Syahrial, kondisi Rangga diketahui sudah meninggal dunia. Oleh pihak keluarga, almarhum dikebumikan di tempat pemakaman umum Nongsa, Minggu pagi.

“Egista dan Wahyu sampai sekarang masih menjalani perawatan di RS Elisabeth,. Sedangkan dua anak yang selamat, walau kondisinya baik tapi sepertinya masih trauma,” katanya.

Reporter : Fathurrohim
Editor : Yuri B Trisna