pelantar.id – Lingga di antara kabupaten di Kepulauan Riau yang menyimpan potensi wisata yang cukup banyak. Mulai dari wisata alam dan terutama wisata sejarah bisa diulik dari daerah yang disebut sebagai pusat kerajaan Melayu ini.

Seperti diketahui sekitar tahun 1878 hingga 1900, Kabupaten Lingga dulunya menjadi pusat Kerajaan Melayu Johor-Pahang-Riau-Lingga. Kebesaran ini menoreh sejarah besar peradaban kejayaan bangsa melayu hingga saat ini.

Lingga punya cagar budaya, tradisi, adat dan adat istiadat melayu yang masih kental. Penduduk setempat yang menggunakan bahasa melayu, akan membuat Anda seperti berada di Negara tetangga, Malaysia.

Bila Anda berkunjung ke Kepri, wisata Lingga sangat direkomendasikan. Berikut ini beberapa pilihan wisata yang bisa dipertimbangkan di Lingga.

Pulau Sekeling

Pulau Sekeling adalah pulau dengan pantai yang landai, air laut yang bening dengan tepian ronanya berwarna toska. Bila Anda sedikit ke tengah warnanya bergradasi kebiruan. Orang sekitar memanggil Pulau Sekeling dengan sebutan Pulau Mayat. Menurut masyarakat setempat, jika dilihat dari kejauhan bentuknya menyerupai mayat yang berbaring. Terdengar seram. Namun, jangan takut karena keindahannya tak seperti sebutannya.

Dengan kondisi alam yang masih alami, Pulau Sekeling dijadikan lokasi event tahunan Neptune Regatta. Banya para Yachtmans yang mengagumi pulau ini. Untuk sampai ke Pulau Sekeling, perjalan dimulai dari pelabuhan punggur, Batam menggunakan kapal ferry menuju Lingga. Setelah sampai, lanjutkan perjalanan menggunakan kapal kayu ke Pulau Sekeling.

Pulau Benan

Pulau Benan adalah sebuah pulau kecil di kecamatan Senayang, Kab. Lingga. Menginjakkan kaki kesana akan memberikan sensasi dan pengalaman berbeda untukmu. Karena di Pulau cantik dan bersih ini, memiliki alam bawah laut yang begitu menawan.

Berenang di ombak yang tenang, ikan nemo dan ikan lain berenang kesana kemari, mengitari koral-koral, rumput laut dan batu karang yang jadi rumah mereka.

Dari Tanjungpinang ke Pulau Benan menggunakan kapal ferry dengan perjalanan kurang lebih sekitar 1 jam. Jika dari Batam sekitar 2 jam. Sedangkan dari Kota Daik Lingga, Anda membutuhkan waktu selama kurang lebih 4 jam.

Mesjid Jami Sultan Lingga

Mesjid Jami merupakan peninggalan Kesultanan Melayu Riau-Lingga yang dibangun sekitar tahun 1800-an di bawah pimpinan Sultan Mahmud Syah III. Letaknya di Desa Daik, Kec. Lingga. Berada dalam kompleks makam Sultan Mahmud Syah III, mesjid jami telah ditetapkan menjadi cagar budaya oleh Pemerintah Indonesia sejak tahun 2007.

Masuk ke dalam mesjid dapat melewati 3 pintu. Jika Anda memperhatikan secara detail, pintu dan jendela-jendela diukir dengan sulur-sulur yang begitu kuat akan nilai budaya mesjid. Setelah masuk, Anda juga akan menemukan mimbar dari pahatan kayu berukuran 225x 180 Cm yang diukir motif sulur dan bunga jepara.

Baca Juga :   Turis Singapura Dominasi Wisata Kepri

Peninggalan lain yang ada di kompleks mesjid yaitu di sisi kiri dan kanan depan mesjid terdapat dua meriam, makam Sultan Mahmud Syahn III dan para pendiri Mesjid Jami Sultan Lingga.

Situs Istana Damnah

Situs Istana Damnah adalah satu diantara peninggalan Kerajaan Riau Lingga yang penuh dengan sejarah. Dibangun pada tahun 1860 di masa pemerintahan Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah II.

Dulunya istana ini terbilang sangat megah. Itu karena menjadi tempat tinggal seorang sultan. Kini yang tersisa hanyalah puing-puing bangunan dan pondasinya saja. Nama istana itu berasal dari nama Kampung Damnah yang merupakan tempat ia berdiri.

Pemandian Air Panas Singkep

Objek wisata ini terletak di Dusun II Desa Berindat, Kecamatan Singkep. Tak lengkap rasanya singgah ke Lingga jika tidak ke kolam pemandian air panas ini. Suguhan alam yang alami dan berada di bawah rerimbunan pohon yang rindang akan membuat Anda terasa nyaman dan tenang.

Anda bisa memilih tiga kolam yang ada dengan suhu yang berbeda-beda. Ada suhu rendah, sedang dan panas. Jika membawa anak-anak, Anda dapat memilih kolam yang tidak panas. Air panas yang dihasilkan datang dari mata air belerang asli. Masyarakat sekitar percaya dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengobati berbagai jenis penyakit kulit.

Dari Pusat kota, untuk menuju ke sini hanya menempuh jarak 3 Km. Ayo ajak keluarga Anda berkunjugn dan rasakan sensasi hangatnya untuk menghilangkan rasa lelah bekerja setiap hari.

Air Terjun Resun

Selain penuh dengan wisata sejarah dan budaya, Lingga memiliki destinasi alam yang tak kalah menarik yakni air terjun resun. Panoramanya akan membuat Anda berdecak kagum. Menikmati segar dan sejuknya air pegunungan, Air terjun resun merupakan satu diantara belasan air terjun yang ada di Pulau Lingga.

Dengan kemiringan 45 derajat, air yang jatuh tidak langsung terjun ke dasar, tetapi mengalir di dinding bebatuan. Dengan mempunyai 5 tingkatan, Air terjun yang berada di Desa Resun, Kec. Lingga Utara ini dapat dinikmati di kolam yang ada dibawahnya.

Gunung Daik

Jika Anda menyukai tantangan, Gunung Daik adalah pilihan tepat untuk kamu yang ingin liburannya penuh petualangan. Gunung Daik memiliki ketinggian kurang lebih 1.165 mdpl. Menuju puncak, pendaki akan dihadapi kesulitan dan tantangan jika tidak memiliki keahlian dan persiapan yang matang. Perlatan yang memadai sangat dibutuhkan. Sampai saat ini, belum ramai orang yang bisa sampai ke puncak gunung ini.

Baca Juga :   Penyebab Maradona Meninggal Dunia

Gunung Daik memiliki puncak yang bercabang tiga. Cabang tertinggi dikenal dengan nama Gunung Daik. Cabang kedua disebut Pejantan, sedangkan yang ketiga adalah Cindai Menangis. Saat ini hanya tinggal 2 puncak saja, karena salah satunya yaitu Cindai Menangis sudah lama patah.

Pemakaman Bukit Cengkih

Kompleks makam Bukit Cengkeh merupakan kompleks makam Sultan-sultan masa Riau-Lingga, yakni Sultan Muhammad, Sultan Abdurrahman dan Sultan Sulaiman BadrulAlamsyah III. Dinamakan makam bukit cengkeh karena letaknya di atas bukit. Dulu di sekitaran bukit ini banyak ditumbuhi pohon cengkeh. Untuk memudahkan mengenali makam disini, maka dinamakan Makam Bukit Cengkeh.

Pintu gerbang memasuki makam ini terbuat dari besi dengan tinggi sekitar 2 meter dan terletak di sisi tenggara. Di bagian tengah kompleks makam terdapat bangunan berdenah persegi delapan (oktagonal) yang merupakan cungkup makam Sultan Muhammad Syah.

Museum Linggam Cahaya

Museum Linggam Cahaya di kawasan Istana Damnah Ibukota Kabupaten Lingga Daik Lingga merupakan obyek wisata edukasi di Kabupaten Lingga. Museum ini menyimpan hampir 5.000 kokeksi benda sejarah dan budaya Melayu di Bunda tanah Melayu. Koleksi terbanyak berupa koleksi arkeologika. Selain itu ada koleksi biologika berupa fosil flora dan fauna. Museum Linggam Cahaya juga memiliki koleksi etnografika, berupa peninggalan budaya etnis Melayu, Bugis, dan Cina.

Berbagai manuskrip tulisan tangan, mushaf Al-Qur’an dan beraneka naskah tulisan tangan lain dari masa Kesultanan Melayu hingga pengaruh bangsa asing yang datang ke Lingga juga disimpan disini. Koleksi lainnya ada berupa koleksi geologika, historika, numismatika/heraldika, seni rupa, dan teknologika.

Pulau Berhala

Pulau Berhala di Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga kini telah menjadi destinasi wisata unggulan. Objek wisata ini berdekatan dengan Jambi. Tak heran jika disana banyak masyarakat Jambi ramai yang datang berkunjung. Itu dikarenakan di Pulau Berhala tersebut terdapat makam Datuk Paduko Berhalo yang merupakan nenek moyang orang Jambi.

Dengan alamnya yang elok, pantai yang indah dan bersih, serta penangkaran penyu di sana. Pulau Berhala memiliki potensi arkeologis yang sangat bernilai. Terdapat makam keramat yang menjadi bukti masuknya islam di Jambi. Selain itu menyimpan peninggalan Jepang pada perang dunia II.

sumber: genpi.co