pelantar.id – Liverpool memastikan tiket final Liga Champions dengan kemenangan agregat 7-6 atas AS Roma, meski kalah 4-2 pada leg kedua semi-final di Stadio Olimpico, Kamis (3/5) dini hari WIB.

Pasukan Jürgen Klopp datang ke ibu kota Italia dengan bekal keunggulan 5-2 dari hasil pertemuan pertama, namun dibayangi comeback spektakuler Roma atas Barcelona di babak perempat-final.

Liverpool berhasil mencetak dua gol tandang melalui Sadio Mane dan Georginio Wijnaldum di babak pertama, yang mengapit gol bunuh James Milner. Dan meski Roma menambah tiga gol melalui Edin Dzeko serta brace Radja Nainggolan, Liverpool berhasil keluar sebagai pemegang tiket final dengan kemenangan agregat 7-6.

Babak Pertama

AS Roma bermain menyerang di menit-menit awal pertandingan di Stadio Olimpico, namun pertahanan Liverpool cukup solid sehingga sulit ditembus tuan rumah.

Florenzi melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti demi mencari gol cepat, namun bola masih melebar dari gawang Loris Karius.

Baca Juga :   Petani Harus Ikut Awasi Penggunaan Dana Desa

Roma yang bermain terbuka justru menyisakan ruang di lini belakang dan hal ini dimanfaatkan oleh the Reds. Sebuah serangan balik cepat berhasil membuahkan gol dari Mane, setelah menerima umpan Firmino dari lini tengah.

Keunggulan Liverpool tidak bertahan lama, karena selang enam menit kemudian Roma menyamakan kedudukan, dari gol bunuh diri James Milner. Berawal dari usaha Dejan Lovren melakukan clearance di mulut gawang, bola justru mengenai kepala Milner dan berbalik arah ke gawang Karius.

Di pertengahan babak pertama, the Reds kembali memimpin – dan menjadi gol tandang kedua krusial di semi-final ini. Adalah Wijnaldum yang mengembalikan keunggulan Si Merah, dari situasi tendangan sudut, setelah bola sempat mengenai kepala Edin Dzeko.

Meski Roma berusaha mencari gol tambahan, agregat 7-3 untuk the Reds tidak berubah sampai jeda.

Baca Juga : Liverpool Siap Lukai Madrid di Final

Baca Juga :   Indonesia Tercampak dari Piala AFF 2018

Babak Kedua

I Giallorossi tampil all out di babak kedua dan menyamakan kedudukan di laga ini sekaligus mengubah agregat menjadi 7-4 tujuh menit pascajeda.

Kali ini Dzeko yang mencatatkan nama di papan skor, memanfaatkan bola rebound setelah usaha Stephan El Shaarawy dibendung Karius di kotak penalti.

Semangat pantang menyerah ditunjukkan tuan rumah demi terus memperkecil selisih agregat dan dua peluang beruntun didapatkan Roma setelah satu jam.

Under berhasil menerobos ke area penalti the Reds untuk menyambut umpan Nainggolan, tapi Karius berhasil melakukan penyelamatan. Lalu Alexander-Arnold melakukan blok saat El Shaarawy melepaskan tembakan.

Usaha Roma membuahkan hasil empat menit sebelum laga usai. Nainggolan membawa timnya berbalik unggul 3-2 setelah mengoyak jala Karius. Penalti Nainggolan saat injury time juga tak kuasa membendung laju Liverpool ke partai puncak.

Liverpool akan berhadapan dengan Real Madrid di Kiev pada Sabtu (26/5) atau Minggu dini hari WIB. Pada laga yang berlangsung di NSC Olimpisky Stadium nanti, Real Madrid akan berstatus tuan rumah.

Baca Juga :   Pelabuhan Batam Semakin di Belakang Singapura

Sejatinya, tidak ada perbedaan berarti antara tim yang berstatus tim tuan rumah atau tamu pada final Liga Champions. Hal itu karena laga puncak tersebut digelar di tempat netral.

Perbedaan terjadi hanya tim yang berstatus tuan rumah disebutkan terlebih dulu dan menggunakan ruang ganti kandang. Sedangkan yang berstatus tandang akan mengenakan ruang ganti tim tamu.

Selain itu, apabila kedua kesebelasan yang bertanding di final memiliki seragam mirip, tim ruan rumah berhak mengenakan jersey utama. Contohnya, Juventus mengenakan jersey utama mereka saat melawan Real Madrid musim lalu.

Sejatinya, kesebelasan yang akan berstatus tim tuan rumah telah diketahui saat pengundian semifinal Liga Champions 2017-2018. Saat itu, diputuskan pemenang laga Real Madrid kontra Bayern Munchen yang akan menjadi tim tuan rumah.

Editor: Yuri B Trisna