Di Xi’an, tim renang artistik Indonesia pulang dengan modal yang jauh lebih kuat dari sekadar keikutsertaan. Sejumlah nomor yang mereka lakoni menunjukkan lonjakan nilai, dan itu menjadi tanda bahwa performa Merah Putih mulai lebih stabil saat bertemu standar penilaian internasional.
Yang paling mencuri perhatian datang dari duet Amandha Mutiara Putri dan Mutiara Nur Azisah. Pada nomor duet free routine, keduanya mengumpulkan total nilai 138,9518, naik jauh dari 117,6008 yang sebelumnya dicatat saat SEA Games Thailand 2025.
Kenaikan itu tidak muncul begitu saja. PB AI menilai peningkatan tersebut berkaitan dengan latihan intensif dan kemampuan tim beradaptasi dengan sistem penilaian terbaru dari federasi internasional, dua hal yang memang sangat menentukan di cabang seperti renang artistik.
Duet yang makin matang
Di nomor duet free routine, Indonesia terlihat lebih rapi dalam teknik, sinkronisasi, dan ekspresi artistik. Tiga aspek itu menjadi pembeda utama yang membuat nilai pasangan tersebut melonjak cukup besar dibanding capaian sebelumnya.
Bagi tim, hasil ini penting karena menunjukkan progres yang tidak hanya bersifat sesaat. Ketika teknik makin matang dan gerakan lebih presisi, peluang untuk menjaga konsistensi penilaian di level dunia juga ikut terbuka.
Koreografi bernuansa maritim
Selain duet, tim Indonesia juga menampilkan koreografi baru di nomor team free dengan tema “The Spirit of Phinisi”. Penampilan ini menghasilkan nilai 94,0175 dan membawa warna yang berbeda lewat gerakan dinamis serta formasi yang solid.
Tema maritim itu memberi identitas yang kuat di tengah persaingan yang ketat. Indonesia tidak hanya mengejar kekompakan gerak, tetapi juga membawa ciri artistik yang membuat penampilan mereka lebih menonjol.
Debut solo yang bersih
Mutiara Nur Azisah juga mencatat hasil penting saat turun di nomor solo free routine. Dalam debut internasionalnya, ia tampil rapi tanpa terkena penalti dan menutup nomor tersebut dengan 145,1936 poin.
Hasil itu memberi nilai tambah bagi Indonesia karena menunjukkan kesiapan atlet muda untuk tampil di panggung besar. Penampilan yang bersih juga memperlihatkan ketenangan dan disiplin yang berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan teknik.
Berani tampil di nomor akrobatik
Tim akrobatik Indonesia ikut ambil bagian dengan konsep “Magical Ball”. Nomor ini menuntut kekompakan tinggi karena memadukan elemen lemparan dan tangkapan, dan skuad Indonesia berhasil meraih 64,9000 poin.
Keberanian turun di nomor ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak berhenti pada hasil semata. Tim juga terus mencoba variasi koreografi untuk memperluas pengalaman bertanding dan mengasah daya saing atlet.
Rangkaian hasil di Xi’an memperlihatkan bahwa renang artistik Indonesia sedang bergerak ke arah yang lebih meyakinkan. Dari duet, solo, hingga akrobatik, capaian yang didapat menjadi penanda bahwa Merah Putih mulai lebih siap menghadapi tuntutan kompetisi dunia.
Source: www.viva.co.id