Pelantar.id – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepri mengeluarkan rilis data inflasi pada Desember 2021.

Di Kota Batam sendiri ada 10 komoditas utama penyumbang inflasi dan salah satunya lontong sayur.

Wakil Ketua TPID Provinsi Kepri, Musni K Atmaja, mengatakan, inflasi di Provinsi Kepri disebabkan kenaikan harga kelompok transportasi khususnya angkutan udara.

“Ini didorong permintaan tiket pesawat selama periode Nataru (Natal dan Tahun Baru),” ujarnya, Selasa (4/1/2022).

Selain itu kata dia, kelompol volatile food juga meningkan didorong oleh kenaikan harga minyak goreng, cabai rawit dan telur ayam ras.

Inflasi pada kelompok inti kata dia, juga meningkat didorong oleh peningkatan harga ketupat/lontong sayur dan nasi dengan lauk.

Baca Juga :   Keterbatasan Bahan Bakar, PLN Batam Akan Lakukan Pemadaman Bergilir

Ia menjelaskan, inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga cabai merah, kangkung dan bayam.

Sementara pada November 2021, Kota Batam mengalami inflasi sebesar 0,86% mont to mont (mtm) atau 2,93% years on years (yoy), Komoditas utama penyumbang inflasi di Kota Batam pada November 2021 adalah cabai merah, minyak goreng, dan telur ayam ras.

Peningkatan harga cabai merah, minyak goreng, dan telur ayam ras didorong oleh peningkatan permintaan di tengah terbatasnya pasokan akibat berkurangnya hasil panen pada sentra produsen dan peningkatan harga CPO global, dan kenaikan biaya ekspedisi.

Daftar komoditas utama penyumbang inflasi di Kota Batam:

1. Angkutan Udara
2. Minyak Goreng
3. Cabai Rawit
4. Telur Ayam Ras
5. Ketupat/Lontong Sayur
6. Wortel
7. Bawang Merah
8. Daging Ayam Ras
9. Nasi Dengan Lauk
10. Bubur

Baca Juga :   SM Amin, Gubernur Pertama Riau Mendapatkan Gelar Pahlawan Nasional