Pelantar.id – Pemilihan presiden baru Amerika baru akan digelar pada tahun 2020. Ketertarikan untuk mencalonkan diri datang dari Mantan Bos Starbuck Howard Schultz. Ia yang mengundurkan diri dari Starbuck tahun lalu mengaku serius mempertimbangkan keputusan mencalonkan diri sebagai presiden Amerika berikutnya.

Pencalonan itu juga dianggapnya sebagai bentuk kekuatiran pada dua kubu partai di Amerika yakni Demokrat dan Republik yang terpecah. Dan Schultz maju tanpa membawa partai atau jalur independen.

Lewat serangkaian tulisan di Twitter, dia menyayangkan bahwa Partai Demokrat dan Republik di AS sudah “sangat terpecah.” Oleh karenanya, dia hanya ingin maju lewat rute tengah.

“Saya sangat mencintai negara ini, dan saya serius mempertimbangkan maju ke pilpres sebagai calon independen,” tulis Schultz.

Baca Juga :   Klepon Disebut Kue Tidak Islami, Bagaimana Ceritanya?

Mengutip CNN, Schultz menjelaskan saat ini warga Amerika hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Menurutnya, Presiden AS Donald Trump saat ini tidak memenuhi syarat untuk menjadi presiden.

“Presiden saat ini setiap harinya terlibat dalam politik balas dendam,” ujar Schultz dikutip dari CNN, Senin (28/1/2019). Pekan lalu, CNN melaporkan ada dua orang yang berencana untuk maju dalam pemilihan presiden 2020 mendatang.

Shultz mengungkapkan ingin melihat kemenangan pada wajah-wajah warga Amerika. Menurut dia, setiap orang Amerika Serikat berhak mendapatkan askes kesehatan yang berkualitas. Menurut Schlutz saat ini pemerintah Negeri Paman Sam tak mampu memenuhi itu semua.

Seperti diketahui Schultz adalah mantan penjual mesin pembuat kopi, tumbuh besar di perumahan publik di Brooklyn, New Uork. Dia mulai bekerja di gerai Starbucks Seattle pada 1982. Kala itu, Starbucks hanya memiliki 11 gerai.

Baca Juga :   Ragam Wisata Pilihan di Jepang

Dia kemudian menguasai perusahaan itu pada 1987. Saat dirinya mundur pada 2018, Starbucks telah membuka sekitar 28 ribu gerai di 77 negara di seluruh dunia.

dari berbagai sumber

foto: detikfinance.com