Pelantar.id – Netflix beberapa waktu lalu merilis sebuah dokumenter berjudul The Social Dilemma. Dokumenter ini memuat beberapa pencerahan bagi pengguna bagaimana dampak besar media sosial pada diri seseorang.

Media sosial saat ini seakan sulit terpisah dari aktivitas sehari-hari. Kita mungkin tiap kali membuka Facebook, Instagram, Twitter dan berbagai flatform lainnya.

Ketergantungan pada media sosial yang menyita waktu memiliki bahaya yang tanpa kita sadari dapat merusak bahkan untuk anak-anak.

Dokumenter ini dibintangi oleh Skyler Gisondo dan Vincent Kartheiser ini memberikan sebuah visualisasi pada kehidupan nyata keluarga dan remaja di Amerika.

Film dokumenter ini menyoroti betapa ketergantungan kita pada ponsel dapat berdampak terhadap kesehatan mental.

Baca Juga :   Pemilih Belum Punya E-KTP, KPU Usul Pakai Kartu Pemilih

Berikut beberapa dampaknya yang dijabarkan dari popsugar.com.

 

Berdampak pada harga diri dan mental

Salah satu dampak yang paling mengganggu dari The Social Dilemma adalah seberapa banyak penggunaan ponsel yang berdampak negatif pada harga diri seorang anak.

Tristan Harris – mantan ahli etika desain Google dan salah satu pendiri Center For Humane Technology – dalam film tersebut mengatakan bahwa media sosial dapat berdampak negatif pada kesehatan mental anak-anak.

“Ini tidak hanya mengontrol di mana mereka menghabiskan perhatian mereka,” jelasnya. “Terutama media sosial mulai menggali lebih dalam dan lebih dalam ke batang otak dan mengambil alih rasa harga diri dan identitas anak-anak.”

Baca Juga :   Puluhan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan Sendiri

 

Gambar oleh StockSnap dari Pixabay

Tingginya Tingkat Kecemasan

Psikolog sosial Jonathan Haidt, PhD, seorang profesor di NYU Stern School of Business, menjelaskan bahwa efek memberatkan media sosial terhadap orang dewasa muda sangat jelas, termasuk remaja.

“Telah terjadi peningkatan besar dalam depresi dan kecemasan bagi remaja Amerika yang dimulai antara 2011 dan 2013,” katanya.

Menurut dokumenter tersebut, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit di AS karena tindakan melukai diri sendiri telah meningkat 62 persen bagi anak perempuan antara usia 15 dan 19.

Untuk anak perempuan yang termasuk dalam rentang usia 10 hingga 14 tahun, angkanya meningkat sebesar 189 persen sejak media sosial menjadi arus utama.

Baca Juga :   Empat Orang Pengelola Parkir di Batam Ditangkap Polda Kepri

Mendobrak Privasi

Sementara konsep privasi internet mengkhawatirkan bagi kebanyakan orang dewasa, The Social Dilemma dengan hati-hati menunjukkan bahwa ini sangat bermasalah bagi remaja.

Para ahli dokumenter tersebut mengonfirmasi bahwa pengguna media sosial tidak memiliki privasi. Remaja tidak tahu apa yang mereka cari: video dan foto adalah sebagai umpan untuk mendatangkan iklan bagi platform.

Facebook dan Instagram memang tampak gratis, pada kenyataannya, perusahaan teknologi ini hanya memanfaatkan pengguna melalui iklan.

“Pepatah klasiknya adalah, ‘Jika Anda tidak membayar untuk produk, Anda adalah produknya,'” Harris menjelaskan, kemudian menambahkan bahwa perusahaan seperti Facebook, Pinterest, Google, dan TikTok bersaing untuk mendapatkan perhatian pengguna.

Pop sugar