pelantar.id – Pandemi sangat berdampak pada kunjungan wisatawan di Indonesia. Akibatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia anjlok sejak Covid-19 masuk ke Indonesia Maret lalu.

Per April Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut jumlah turis asing yang berkunjung ke Indonesia berjumlah 160.000 atau turun 66,02 persen dari Maret.

Angka ini jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019, jumlahnya juga turun 87,44 persen dari 1,27 juta.

Ari Gema, juru bicara satuan tugas mitigasi Covid-19 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengatakan kementerian akan merumuskan protokol kesehatan dan model bisnis New Normal untuk industri pariwisata.

“Pedoman normal baru dirancang untuk membuat wisatawan merasa aman ketika mereka mengunjungi Indonesia,” kata Ari.

Baca Juga :   Belum Rekam E-KTP,  Data Penduduk Usia 23 Tahun Akan Diblokir Sementara

Protokol dan model bisnis baru akan digunakan begitu tujuan wisata di seluruh negeri telah dinyatakan siap untuk menyambut wisatawan.

“Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo mengatakan kita tidak boleh buru-buru membuka kembali lokasi wisata kita. Fokus pertama kita adalah mendorong pariwisata domestik, setelah semuanya aman lagi. Kita akan bekerja sama dengan pemerintah daerah,” kata Ari.

Ari mengatakan kementerian juga sedang mempersiapkan program kebersihan, kesehatan dan keselamatan (CHS) untuk diterapkan di semua lokasi wisata di seluruh negeri.

jakartaglobe