pelantar.id – Patroli tempur dan seni bertahan hidup di hutan memperoleh respon positif dalam kelas yang merupakan bagian dari kegiatan Rim of Pacific (RIMPAC) yang diselenggarakan oleh angkatan laut Amerika Serikat.

Dalam latihan dua tahunan ini Indonesia mengirim KRI Makassar dan KRI RE Martadinata ke Amerika. Selain itu, TNI AL juga mengirimkan kontingen Marinir lengkap dengan berbagai peralatan tempurnya. Pasukan pendarat itu akan berlatih bersama perwakilan dari sejumlah negara di pangkalan milik Amerika di Hawaii.

Kesempatan Prajurit Korps Marinir TNI AL yang tergabung dalam Satgas Latihan Bersama Multilateral Rim Of The Pacific (Rimpac) 2018 bertukar pengetahuan patroli tempur dan jungle survival di Marine Corps Base Hawaii (MCBH), Amerika Serikat berlangsung pasa Selasa (3/7).

Mayor Mar A Taufik mencontohkan jenis tanaman yang dapat digunakan untuk bertahan hidup di hutan tropis. Foto : Serka Mar Kuwadi.

Dalam keterangan tertulis yang diterima pelantar.id kegiatan dipimpin langsung Komandan Kompi Pasrat Mayor Marinir Afrison Taufik tersebut diikuti prajurit Marinir TNI AL dan dari negara peserta Rimpac 2018 yaitu Malaysia, Sri Lanka dan tuan rumah Amerika. Afrison Taufik mewakili Indonesia menyampaikan materi berupa teori dan diperagakan oleh prajurit Marinir TNI AL. Usai kelas teori, kemudian dilanjutkan dengan praktek patroli tempur secara gabungan Indonesia – Amerika.

Baca Juga :   Kecak Undang Decak di Amerika, Diplomasi Budaya Gaya Indonesia

Setelah pelaksanaan patroli tempur, Afrison Taufik beserta prajurit Marinir TNI AL memberikan materi tentang tata cara bertahan hidup di hutan (jungle survival) dengan memperkenalkan berbagai jenis tanaman hutan yang bisa dimakan secara langsung (tanpa harus dimasak terlebih dahulu) dan yang tidak bisa dimakan serta cara mendapatkan sumber air dari tumbuhan.

Prajurit Marinir Amerika, Sri Lanka dan Malaysia cukup antusias dalam mengikuti materi latihan yang diberikan para prajurit Korps Marinir TNI AL tersebut. Meski mulanya terlihat agak ragu, namun prajurit peserta latihan terutama prajurit Marinir Amerika mencoba mencicipi sejumlah makanan Botani yang telah dicontohkan terlebih dulu oleh prajurit Marinir Indonesia.

Marinir TNI AL menjalankan patroli tempur bersama Marinir Amerika di hutan Hawaii, Amerika. Foto : Serka Mar Kuwadi.

Sementara itu Komandan Satgas Rimpac Mayor Marinir Aristoyuda mengatakan, patroli tempur dan jungle survival merupakan salah satu materi yang dilatihkan prajuirit Korps Marinir TNI AL dalam Latma Rimpac 2018.

Baca Juga :   Panel Surya, Bikin Tagihan Listrik Lebih Murah

Selain materi tersebut, lanjutnya, prajurit Marinir TNI AL bersama-sama dengan prajurit Marinir dari beberapa negara juga melaksanakan latihan helly water jump, Military Operation Urban Terain (MOUT) dan beberapa materi lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dan mempererat hubungan Marinir di kawasan Asia – Pasifik.

Dalam Rimpac 2018, selain melibatkan tuan rumah Marinir Amerika Serikat (USMC) dan prajurit Korps Marinir TNI AL, juga diikuti oleh pasukan pendarat dari Malaysia, Philipina, Korea Selatan, Jepang, India, Srilanka, Australia, Selandia Baru, Vietnam, Tonga dan Chili.

Editor : Joko Sulistyo

**Foto-foto dikirim langsung oleh Kontingen Indonesia di Hawaii, Amerika Serikat untuk pelantar.id akan meyiarkan materi keikutsertaan Indonesia dalam Latihan Multilateral Rim of Pacific secara berkala.