Mazda sedang menyiapkan perluasan lini SUV lewat tiga nama baru yang sudah masuk ke Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat. Tiga nama itu adalah CX-40, CX-10, dan CX-20, dan masing-masing diperkirakan akan mengisi celah yang berbeda di jajaran produknya.
Langkah ini terasa penting karena Mazda tampak tidak sekadar menambah model, tetapi juga merapikan susunan SUV mereka agar lebih lengkap. Dari ketiganya, CX-40 paling menarik perhatian karena posisinya diperkirakan berada di antara CX-30 dan CX-5 atau CX-50.
CX-40 jadi nama yang paling menyita perhatian
Pengajuan paten tersebut disebut sudah dilakukan pada 27 Februari, lalu detail awalnya diungkap oleh Carscoops pada Kamis, 7 Mei. Meski belum ada spesifikasi teknis yang dibuka, CX-40 disebut akan hadir dengan bodi bergaris atap rendah.
Karakter itu membuat CX-40 berpotensi tampil berbeda dari SUV Mazda lain. Bentuknya bahkan disebut bisa mendekati CX-4 lama yang pernah diperkenalkan di Tiongkok pada 2016.
Perpaduan antara karakter SUV dan station wagon juga membuka peluang CX-40 menjadi rival Subaru Outback. Jika benar masuk jalur produksi, model ini bisa menempati ruang yang selama ini belum punya penghuni tetap di lini SUV Mazda.
Nama kecil untuk segmen yang paling padat
Di luar CX-40, Mazda juga mendaftarkan CX-10 sebagai model paling kecil dalam rencana baru ini. Mobil tersebut diperkirakan menjadi SUV entry-level dengan ukuran yang lebih kompak dan pendekatan khas segmen A.
Kehadiran CX-10 menunjukkan Mazda tidak hanya membidik pasar menengah. Pabrikan Hiroshima itu juga tampak menyiapkan model yang lebih terjangkau bagi konsumen yang mencari SUV kecil.
Strategi semacam ini bisa memperluas jangkauan Mazda di pasar global yang semakin ketat. Dengan ukuran yang lebih kecil, Mazda punya ruang untuk bersaing di level awal yang biasanya sangat sensitif terhadap harga dan dimensi.
CX-20 disiapkan sebagai penerus
Nama ketiga, CX-20, disebut punya peran yang berbeda lagi. Model ini berpotensi menggantikan CX-3 yang dinilai sudah out-of-date.
Jika skenario itu berjalan, CX-20 akan menjadi bagian penting dalam pembaruan lini SUV Mazda. Posisi tersebut juga membantu Mazda menjaga kesinambungan di segmen SUV kompak yang selama ini sangat ramai pesaing.
Kehadiran calon penerus CX-3 juga memberi sinyal bahwa Mazda masih ingin mempertahankan basis konsumen di kelas SUV kecil. Pada saat yang sama, model baru ini bisa menjadi awal penyegaran desain dan strategi produk di segmen tersebut.
Arah teknologinya masih belum terbuka
Meski tiga nama sudah terdaftar, Mazda belum membuka arah teknologi yang akan dipakai. Belum ada kepastian apakah CX-40, CX-10, dan CX-20 akan mengusung teknologi hybrid.
Situasi ini muncul di tengah tingginya permintaan elektrifikasi di pasar global. Namun, perluasan model ke segmen awal tetap memberi Mazda lebih banyak pilihan untuk menawarkan kendaraan dengan harga yang lebih murah.
Jika ketiga nama itu benar-benar diproduksi, Mazda akan punya rentang SUV yang jauh lebih lebar. Kondisi tersebut memberi mereka ruang gerak lebih besar untuk melawan kompetitor di berbagai kelas sekaligus.
Source: www.bincangbincangmobil.com