Pelantar.id – Saat Anda berobat dengan yang paling banyak ditemui biasanya adalah dokter umum. Namun, bila penyakit yang diderita memerlukan perlakuan khusus biasanya dokter umum merekomendasikan pasien menemui dokter spesialis atau khusus penyakit tertentu.

Dokter umum dan dokter spesialis memiliki peran yang berbeda. Seorang dokter umum dikenal sebagai dokter layanan tingkat pertama. Dokter yang berfokus pada pengobatan masalah kesehatan dan gejala umum yang dialami pasien.

Dokter umum berperan dalam memberikan pencegahan, diagnosis, dan penanganan awal, serta merujuk ke dokter spesialis jika diperlukan.

Secara umum, perbedaan mendasar antara dokter umum dan dokter spesialis adalah pemberian layanan kesehatan yang bersifat menyeluruh terhadap pasien. Selain itu, dokter umum juga memegang peranan penting dalam memberikan perawatan medis awal dan berkelanjutan kepada pasien dari segala kelompok usia.

Di dalam masyarakat, seorang dokter umum dapat bekerja di puskesmas, rumah sakit, ataupun klinik pribadinya. Tak jarang, dokter umum pun kerap dilibatkan dalam berbagai disiplin ilmu medis lain (multidisiplin) untuk mendukung penyembuhan pasien.

Agar lebih memahami perannya, sebagai pasien kita perlu mengetahui apa standar kemampuan yang dimiliki oleh dokter umum.

Keahlian Anamnesis

Memiliki keahlian anamnesis (wawancara medis) kepada para pasiennya. Ini bertujuan untuk mencari tahu keluhan penyakit yang dialami dan informasi lainnya yang berkaitan dengan penyakit.

Baca Juga :   Piala AFC U-19, Ini Skenario Indonesia Bisa Lolos Perempat Final

Memiliki keahlian dalam melakukan pemeriksaan fisik umum, guna mendiagnosis dan menentukan pengobatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.

Dapat meresepkan obat-obatan berdasarkan penyakit yang diderita pasien. Mampu memberikan vaksinasi dan melakukan perawatan luka.

Dapat memberikan edukasi atau konseling mengenai pemeliharaan kesehatan yang baik. Mampu melakukan rehabilitasi medis dasar pada pasien dan masyarakat guna mencegah komplikasi penyakit lebih lanjut.

Mampu melakukan pemeriksaan penunjang sederhana, seperti tes urine dan tes darah, serta menginterpretasi hasil tes tersebut. Mampu mengusulkan tes penunjang lain, misalnya pemeriksaan Rontgen, berdasarkan gejala yang dialami pasien.

Dapat melakukan tindakan pencegahan dan membantu mengarahkan pasien agar mau menjalani pola hidup sehat. Bertanggung jawab untuk merujuk pasiennya ke dokter spesialis yang sesuai.

Tak hanya itu, dokter umum pun dituntut untuk mampu melakukan manajemen sumber daya dan fasilitas di tempat kerjanya, mampu memberikan pertolongan pertama pada pasien gawat darurat, serta bisa melakukan pembedahan kecil (minor surgery).

 

Penyakit yang Bisa Ditangani Dokter Umum

Berikut adalah daftar penyakit dan kondisi yang bisa ditangani oleh dokter umum, di antaranya:

Infeksi saluran pernapasan akut, seperti flu, radang tenggorokan, amandel, dan laringitis.
Penyakit pada paru-paru, seperti pneumonia, asma, tuberkulosis paru tanpa komplikasi, dan bronkitis akut.
Mabuk perjalanan.
Kejang demam.
Migrain, sakit kepala, dan vertigo.
Hipertensi.
Nyeri sendi dan otot.
Gangguan tidur (insomnia).
Penyakit pada mata, seperti konjungtivitis dan mata kering.
Infeksi telinga, misalnya otitis eksterna.
Rhinitis alergi dan rhinitis akut.
Infeksi bakteri, jamur, dan parasit.
Penyakit menular seksual, misalnya gonore.
Masalah pencernaan, seperti penyakit asam lambung, gastritis, diare, dan konstipasi.
Demam tifoid.
Alergi makanan, intoleransi makanan, serta keracunan makanan.
Reaksi anafilaktik.
Infeksi saluran kemih (ISK).
Infeksi payudara (mastitis).
Penyakit metabolik, termasuk diabetes, kolesterol tinggi, asam urat, malnutrisi, dan obesitas.
Kekurangan zat besi (anemia).

Baca Juga :   Di Kopitiam Diskriminasi Seperti Tak Lagi Memiliki Ruang

Masalah kulit, seperti dermatitis kontak iritan, eksim atopik, biduran, kutu, kudis, dan infeksi jamur pada kulit. Ada pula penyakit lain yang tidak bisa ditangani secara menyeluruh oleh dokter umum, seperti meningitis, epilepsi, glaukoma akut, penyakit paru obstruksi kronik (PPOK), atau gagal jantung.

Namun pada kasus-kasus tersebut, dokter umum bertanggung jawab untuk memberikan perawatan awal dan memastikan kondisi pasien stabil serta mencegah komplikasi berlanjut. Dalam praktik sehari-hari, pasien yang menderita penyakit-penyakit tersebut akan dirujuk oleh dokter umum ke dokter spesialis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Persiapkan Sebelum Bertemu Dokter Umum

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari kunjungan Anda ke dokter umum, sebaiknya persiapkan beberapa hal-hal berikut:

Baca Juga :   Napi Jebol Tembok Penjara Sumenep Menggunakan Sendok

Tulislah berbagai gejala-gejala yang Anda rasakan secara mendetail sebelum bertemu dokter umum. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dokter mendiagnosis penyakit yang sedang Anda derita.

Buatlah daftar pertanyaan lain yang berkaitan dengan kondisi yang sedang Anda alami. Selain itu, cari pula informasi tentang riwayat penyakit yang mungkin diderita oleh anggota keluarga Anda.

Catatlah obat-obatan yang sedang Anda konsumsi, termasuk suplemen vitamin, obat herbal atapun obat medis lain. Dan jika ada reaksi alergi terhadapnya.

Bawalah semua laporan hasil pemeriksaan yang pernah Anda jalani sebelumnya. Pastikan pula Anda membawa kartu asuransi kesehatan, untuk mempermudah ketika Anda melakukan proses administrasi di klinik, puskesmas, ataupun rumah sakit.

Ajaklah anggota keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat bertemu dengan dokter umum.
Selain itu, gunakan waktu sebaik mungkin saat bertemu dokter umum untuk meminta penjelasan terkait kondisi kesehatan dan gejala yang sedang Anda rasakan secara spesifik. Guna mempercepat proses penyembuhan, ikutilah semua anjuran yang diberikan dokter umum ke pada Anda.

========
sumber: Alodokter.com