Pelantar.id – Selain pecinta MMA mungkin belum banyak yang mengenal Khabib Nurmagomedov. Seorang lawan yang cukup tangguh saat meladeni Conor McGregor pada pertandingan perebutan gelar juara dunia kelas ringan UFC di T-Mobile Arena, Las Vegas, Minggu (7/10) siang WIB.

Khabib merupakan petarung asal Rusia nyatanya berhasil mengalahkan sang raja UFC itu. Kemenangan Khabib seolah-olah meruntuhkan kesombongan Conor McGregor.

Khabib tak sulit menekuk McGregor pada ronde ke empat. Pada ronde pertama saja, Khabib sudah menunjukkan kepiawaianya, langsung meladeni dan memaksa pertarungan bawah dengan McGregor.

Ia mencoba menahan dan mengapit McGregor di lantai. Hingga akhirnya McGregor menyatakan menyerah pada ronde ke empat ketika Khabib berhasil mencekik leher pertarung asal Republik Irlandia tersebut.

Alhasil Khabib dapat mempertahankan gelar dan memperpanjang rekor kemenangan menjadi 27 pertarungan. Meskipun kemenangan ini dikuatirkan terancam setelah kericuhan timbul pada akhir pertandingan. Di mana saat itu Khabib menyerang Dillon Danis yang merupakan sahabat dan rekan latih tarung McGregor.

Namun, keberhasilan Khabib patut mendapatkan perhatian dan menjadi pertandingan yang terekam sejarah. Ada banyak fakta dari dirinya yang mungkin harus diakui oleh seorang McGregor.

Khabib sendiri adalah juara bertahan kelas ringan UFC. Sabuk juara kelas ringan yang melingkar di pinggang Khabib didapatnya sejak April 2018.

Nurmagomedov bukanlah lawan mudah bagi McGregor. Laki-laki usia 30 tahun ini sudah melalui 26 laga dan cukup tangguh di arena. Bagi para pecinta MMA, kehebatan Nurmagomedov sudah bukan hal biasa.

Baca Juga :   Batam Dipromosikan ke Amerika dan Eropa

Disiapkan jadi petarung dengan melawan beruang

Khabib Nurmagomedov lahir pada 20 September 1988 di desa Sildi, masuk dalam Kabupaten Tsumandinsky, Dagestan, Rusia. Terlahir dari keluarga muslim.

Semenjak menjadi petarung, pengaruh didikan keluarganya ternyata ikut menempa kemampuannya. Ia seperti telah dipersiapkan menjadi seorang petarung. Ia mendapat julukan The Eagle.

Kemampuan bertarung Khabib tidak tumbuh secara instan. Menurut ayahnya Abdulmanap, Nurmagomedov tumbuh bersama murid-murid sekolah gulat.

Di sekolah ini Khabib dilatih cukup ekstrem yakni bertarung gulat dengan anak beruang yang dirantai. Ia dilatih melawan beruang sejak berumur 9 tahun.

Bahkan bukti bergulat dengan beruang tersebut tertuang dalam sebuah video tertanggal 23 September 1997 yang memperlihatkan Khabib kecil bergulat sembari diawasi beberapa pelatih.

Sang ayah menyatakan pertarungan itu sebagai bentuk tes karakter meskipun sebenarnya dapat membahayakan keselamatan Khabib.

Khabib juga tidak terlepas dari didikan militer sang ayah. Ayahnya merupakan mantan militer Rusia dan atlet gulat.

Untuk berlatih Ia menggunakan lantai rumahnya sebagai lokasi bagi anak-anak di kampung halamannya berlatih agar bisa bergabung timnas gulat Rusia. Semula latihan itu dijadikan Abdulmanap sebagai upaya upaya orang tua menjauhkan anaknya dari kegiatan terorisme yang memang marak di kampung halamannya, Republic of Dagestan, saat itu.

Khabib berprestasi di arena gulat, kejuaraan judo dan Sambo. Dia pernah dua kali menjadi juara dunia Sambo, seni beladiri wajib bagi militer Rusia.

Baca Juga :   5 Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang Wajib Dipatuhi Selama Libur Iduladha

Memulai Pertarungan

Pada 2008 ia memulai debutnya. Hampir setiap pertandingan Ia menang. Pada awal karier sebelum masuk ke UFC, ia bertanding 16 kali dan semua dimenangkan.

UFC lalu tertarik untuk memanggilnya pada akhir 2011. Ia memiliki gaya bertarung yang eksplosif, ia mahir di pertarungan atas maupun pertarungan matras.

Meskipun punya kemampuan yang diperhitungkan tak banyak pula yang mencibir Khabib. Di berbagai forum penggemar tarung bebas, Khabib kerap dimasukkan sebagai petarung biasa saja namun dipuji berlebihan.

Beberapa penggemar tarung bebas menganggap Khabib bisa menang karena lawan-lawannya yang terlampau mudah. Tapi ketika Khabib berhasil menundukkan mantan juara UFC kelas ringan, Rafael dos Anjos, dan Michael Johnson, kritik itu terbantahkan.

Kritikan pada akhirnya malah mampir ke Dana Wahite dan UFC karena tak kunjung memberi Khabib kesempatan bertarung untuk merebut gelar juara.

Bagi UFC, Khabib yang jadi orang muslim Rusia pertama yang jadi juara UFC, berarti bisnis yang bakal mendatangkan banyak uang. Khabib sendiri ingin mempertahankan gelar juaranya.

Di usianya yang masih muda, ia masih punya banyak waktu untuk memperpanjang gelar juara dan meningkatkan kemampuan bertarung. Mengalahkan McGregor adalah bukti lawan-lawan Khatib bukan datang dari petarung yang mudah dikalahkan tapi Khabib sudah membuktikan bahwa dia memang mampu.

======

eliza gusmeri

dari berbagai sumber

foto-foto: sportkeeda, metro.co.uk