Pelantar.id – Sebentar lagi kita akan memasuki tahun 2020. Sudah lumrah bagi masyarakat dunia untuk menyambut pergantian tahun dengan penuh suka cita, termasuk di Indonesia sendiri.

Setiap tahun kita senantiasa merayakan pergantian tahun atau yang sering kita sebut Tahun Baru. Tapi pernahkah kita mencari tahu mengapa tahun baru dirayakan setiap 1 Januari? dan kapan ketetapan itu dimulai?

Dalam situs Livescience.com didapatkan informasi bahwa proses ketetapan 1 Januari sebagai perayaan tahun baru bermula pada zaman Julius Caesar. Diperkirakan lima dekade sebelum Isa dilahirkan.

Sementara laman Thehistory.com menyebut tahun baru dirayakan ketika kelender Julian diberlakukan, sekitar 45 SM. Penetapan kelender tersebut sebagai tanda atau hari di mana pejabat politik tertinggi di Roma, mulai menjabat dan melayani dalam masa jabatan setahun.

Baca Juga :   Seekor Harimau Positif Coronavirus di AS, Tertular dari Manusia?

Namun, dalam proses penetapannya, kalender Julian yang diusul Julius Caesar mengalami perubahan dan digantikan dengan kalender Gregorian pada tahun 1582.

Pasalnya kalangan kalender Julian tidak benar-benar merayakan Tahun Baru tepat pada tanggal 1 Januari.

Baru dari kalender Gregorian, sejak itu perayaan tahun baru tepat diberlakukan pada 1 Januari.

Inggris Tidak Merayakan tahun baru 1 Januari

Sebenarnya selain perayaan tahun baru 1 Januari, pada zaman tersebut masih ada ditemukan daerah-daerah Eropa yang menggunakan bulan Maret dan September sebagai Hari Tahun Baru.

Misalnya Inggris, sebelum tahun 1752 belum sepenuhnya memutuskan perayaan tahun baru pada tanggal 1 Januari. Inggris dan koloni-koloni Amerika telah merayakan tahun baru pada 25 Maret.

Baca Juga :   Kota-kota dengan Biaya Hidup Tertinggi di Dunia

Selain itu, pada abad pertengahan tidak semua daerah di Eropa merayakan pergantian tahun. Ada yang memandang perayaan tahun baru sebagai penyembahan berhala.