pelantar.id – Istilah ‘unicorn’ menjadi pembicaraan viral di laman media sosial dari hasil perdebatan Capres putaran ke dua antara Jokowi dan Prabowo.

Saat itu Capres calon urut no 1 melontarkan pertanyaan kepada Prabowo terkait pengembangan unicorn di Indonesia.

Capres no urut 2 tersebut sempat bertanya apa itu istilah ‘unicorn’. “Yang bapak masuk unicorn? unicorn? yang apa itu online-online itu?” tanya Prabowo.

Seperti kita ketahui, istilah unicorn sudah banyak digunakan untuk menyebut start up di Indonesia terutama di kalangan milenial. Kita perlu memahami istilah tersebut karena dalam perkembangan start up saat ini, unicorn ternyata juga memiliki tingkatan tertentu seperti Decacorn dan Hectacorn.

Apa unicorn itu?

Istilah unicorn digunakan perdana oleh Aileen Lee, seorang pemodal ventura, pada tahun 2013. Kala itu, Aileen menulis laporan tentang startup software yang berusia di bawah 10 tahun dan bernilai USD 1 miliar atau lebih.

Baca Juga :   Facebook Sediakan Fitur untuk Penyampaian Petisi

Dia ingin memberikan khusus untuk start up karena saat itu masih dianggap langka. Aileen awalnya mempertimbangkan nama seperti ‘home run’ atau ‘mega hit. Dia mengatakan penggunaan kata unicorn dianggap tepat.

Dikutip dari cnbcIndonesia, beberapa literatur sampai lembaga riset internasional menuliskan unicorn adalah sebuah perusahaan startup yang memiliki valuasi nilai hingga US$ 1 miliar.

Valuasi startup sendiri adalah nilai ekonomi dari bisnis yang dilakukan sebuah startup. CB Insight menuliskan riset pada Januari 2019, saat ini sudah ada 300 unicorn di seluruh dunia. Kemudian, yang lebih tinggi kastanya adalah decacorn di mana bervaluasi US$ 10 miliar. Adapun hectocorn bernilai US$ 100 miliar.

Unicorn = Startup yang memiliki valuasi nilai US$ 1 miliar
Decacorn = Startup yang memiliki valuasi nilai US$ 10 miliar
Hectocorn = Startup yang memiliki valuasi nilai US$ 100 miliar

Baca Juga :   bright PLN Batam Salurkan APD ke 4 Rumah Sakit di Batam

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pernah menyampaikan, di tahun 2019 ini pemerintah menargetkan akan ada lima startup unicorn di Indonesia.

Indonesia saat ini, berdasarkan beberapa riset yang disebut Presiden Jokowi, memiliki empat unicorn. 4 unicorn tersebut adalah Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Indonesia pun berpotensi memiliki dua decacorn tahun ini. “Potensi (decacorn) dua tetapi setidaknya satu. Saya gak mau sebut namanya,” ujar Rudiantara di Hotel Mulia Jakarta, Rabu (9/1/2019).

sumber: cnbcindonesia