Pelantar.id – Spekulasi memburuknya kesehatan Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un malah memberi perhatian masyarakat dunia pada penerus Kim Jong-un jika kemungkinan terburuk terjadi. Siapa yang tepat menggantikannya?

Perhatian tertuju pada Kim Yo-jong, saudara perempuan Kim Jong-un. Ia dikenal ambisius. Kim Yo Jong saat ini menjabat sebagai wakil direktur departemen pertama Komite Pusat Partai Buruh.

Ia mewakili generasi ketiga dari keluarga mereka untuk memimpin Korea Utara dan Ia dianggap sebagai orang nomor dua dalam urutan kepemimpinan di Partai Buruh Korea Utara.

Kim Yo Jong yang telah menghabiskan hampir satu dekade terlibat dalam aparatur negara. Kim Yo-jong pernah mendampingi sang kakak dalam beberapa pertemuan negara, salah satunya adalah pertemuan Kim Jong-un dengan Presiden Donald Trump, seperti yang dikutip dari Pop Culture, Minggu (26/4/2020).

Baca Juga :   Bright PLN Apresiasi Pelanggan Bayar Listrik Tepat Waktu

Dirinya menempuh studinya di Swiss pada tahun 1996 hingga 2000 dan memiliki gelar dalam computer science dari Kim Il-sung Military University.

Saat ini, Ia menjabat sebagai Direktur Komite Sentral Partai Buruh yang berkuasa tetapi secara tidak resmi juga menjadi kepala staf kakaknya.

Dia diangkat sebagai anggota pengganti dari Komite Sentral Politbiro kuat Partai Buruh yang berkuasa awal bulan ini, melanjutkan peningkatan kariernya dalam hierarki kepemimpinan.

Jika Ia Menjabat

Jika Kim Yo Jong duduk sebagai pimpinan Korea Utara, seorang pakar menilai bahwa Kim Yo Jong tidak kalah keras dan kejam dari sang diktator Korea Utara itu jika menduduki tempat Pemimpin Tertinggi Korea Utara.

Baca Juga :   30 Bakal Caleg PKB Karimun Digembleng

Ada kekhawatiran saudara perempuannya juga mempunyai hasratnya yang sama untuk pengembangan senjata, bahkan bisa melakukan lebih banyak hal yang sama untuk “menunjukkan keberaniannya”.

Prof Natasha Lindstaedt, seorang pakar rezim totaliter, mengungkapkan kepada Daily Mirror jika jender tidak akan menjadi penghalang untuk menjadi autokrat baru.

Seperti diberitakan banyak media, Kim sendiri telah menghilang dari pandangan publik selama dua minggu terakhir. Isu mengenai kondisi kesehatannya yang memburuk pertama kali mencuat ke publik setelah Kim tidak menghadiri acara tahunan di Kumsusan Palace of the Sun pada 15 April untuk memperingati hari penting ayah dan kakeknya.

dari berbaga sumber