pelantar.id – Kalangan tak suka berberes rumah atau pemalas mungkin akan menjadi hater Marie Kondo, seorang konsultan berberes rumah yang kini sedang terkenal.

Marie Kondo perempuan asal Jepang ini yang telah menulis buku The Life-Changing Magic of Tidying yang terbit tahun 2014. Januari ini Ia juga tampil di Neflix untuk memperkenalkan filosofi berbeberes rumahnya.

Marie percaya berberes rumah dapat mencerminkan psikologis seseorang. “Pepatah mengatakan, tidy house, tidy mind. Sebaliknya, kekacauan bisa jadi gejala dari masalah yang lebih besar,” katanya dilansir dari New York Times

Yang membuatnya terkenal adalah karena metode berberes rumah yang dikenalkannya cukup anti mainstrem. Marie mengenalkan metode berberes rumahnya dengan istilah KonMari atau tidying up.

KonMari diartikan sebagai berberes dengan metode minimalis. Sebuah metode berberes rumah dengan men-sortir barang sesuai kebutuhan dan yang disukai saja. Dengan metode KonMari dapat menghilangkan stress dan membuat pikiran berfokus pada hal-hal yang indah dibalik sesuatu yang terlihat berantakan.

Baca Juga :   Si Manusia Silver di Simpang Empat Batam

Namun Marie tak hanya mengajarkan merapikan barang-barang dan mengelompokkannya tetapi juga mengajak penghuni untuk merenung apa tujuan membersihkan rumah dan seperti apa kerapian rumah yang Anda inginkan.

Secara umum Marie akan mengajak kita untuk Visualisasikan tujuan untuk merapikan ruang, bagaimana rasa berada ditempat yang bersih dan apik. Biasanya ketika dia diundang untuk mengajarkan merapikan rumah, Ia akan mengajak penghuni rumah untuk mengheningkan diri terlebih dlu.

Menurut Marie, dalam merapikan rumah harus dilakukan secara menyeluruh, susunlah barang sesuai jenisnya, dan paling menganjurkan simpanlah barang-barang yang kita suka saja.

Dalam berberes Marie percaya setiap benda memiliki jiwa. Maka atas dasar itu dalam Tidyng Up dia menganjurkan untuk menyentuh dan “merasakan” barang satu per satu.

Baca Juga :   PLN Batam Siapkan SOP untuk Siaga Pasokan Listrik Saat Nataru 2019

Meskipun metode yangd diajurkan Marie menimbulkan pro dan kontra, namun metode tidak bersifat keharusan. Marie hanya mencoba mengajak penghuni rumah untuk merapikan barang-barang di rumah, mengenal hingga membeli barang-barang yang dibutuhkan saja.

Menurut Marie, cara beres-beres yang efektif melibatkan dua tindakan penting. Yaitu membuang barang dan memutuskan barang mana yang mau disimpan. “Jangan pernah mengikat celana dan stoking. Apalagi membuat bola dari kaus kaki,” ujarnya memberikan tips.

dari berbagai sumber