Menjelang Rilis KDE Plasma 6.7, Bug Widget, Kecerahan, dan File Desktop Mulai Dirapikan

Beberapa bug yang masuk daftar perbaikan KDE Plasma 6.7 terdengar sepele, tetapi dampaknya bisa bikin pengguna langsung bingung. Ada kasus ikon, widget, dan file di desktop yang seolah menghilang atau bertingkah aneh, padahal datanya belum tentu hilang sama sekali.

Situasi seperti ini justru jadi alasan kenapa tahap final beta penting. Saat Plasma 6.7 mendekati rilis stabil, tim KDE kini lebih sibuk merapikan gangguan kecil yang berpotensi terasa besar dalam pemakaian harian.

Salah satu masalah yang dibenahi berkaitan dengan widget di System Tray. Bug pada Qt itu bisa merusak widget dalam skenario yang cukup spesifik, yaitu setelah widget dinonaktifkan, lalu diaktifkan kembali, sementara komputer sudah sempat direstart.

Perbaikan tersebut dikaitkan dengan Tobias Fella dan tercatat di KDE Bugzilla #520144. Bug seperti ini memang tidak semua orang akan merasakannya, tetapi justru jenis gangguan yang muncul di kondisi khusus sering lolos dari perhatian sampai tahap pengujian akhir.

Gangguan yang paling terasa di laptop

Ada juga perbaikan untuk masalah pada perangkat keras atau firmware laptop tertentu yang memicu notifikasi OSD kecerahan keyboard terus-menerus. Dalam laporan itu, gangguan bisa muncul setelah penutup laptop ditutup.

Isu tersebut dikaitkan dengan Vitaly Repin melalui powerdevil MR #632. Meski terdengar sangat spesifik, dampaknya bisa cukup mengganggu karena menyentuh fungsi dasar di perangkat portabel yang dipakai setiap hari.

Di sisi lain, tim KDE juga membenahi masalah visual yang bisa membuat pengguna salah paham terhadap kondisi file. File yang sudah diubah namanya di desktop dapat tampak menghilang, walau sebenarnya masih ada dan tetap bisa dibuka lewat Dolphin.

Masalah ini juga dapat membuat file berpindah lokasi ketika hanya satu Activity digunakan. Saat beberapa Activities aktif, efeknya berubah menjadi file yang tampak hilang, sehingga pengguna bisa mengira data mereka terhapus padahal tidak.

Perbaikan untuk kasus itu dikaitkan dengan Akseli Lahtinen dan tercatat di KDE Bugzilla #520633 serta KDE Bugzilla #511920. Gangguan visual semacam ini sering terasa lebih berat daripada bug kecil di balik layar karena langsung memengaruhi rasa percaya pengguna terhadap desktop.

Menjelang rilis stabil

KDE Plasma 6.7 sudah berada di final beta, jadi fokus pengembang memang bergeser ke penyempurnaan akhir. Pada fase seperti ini, menutup celah kecil seperti bug System Tray, OSD kecerahan keyboard, dan masalah file desktop menjadi bagian penting agar rilis stabil nanti terasa konsisten.

Plasma 6.7 dijadwalkan meluncur pada 16 Juni. Setelah itu, pengguna tetap harus menunggu distribusi Linux masing-masing mengemas dan menyalurkan pembaruan ke repositori mereka.

Itu sebabnya waktu hadirnya versi baru bisa berbeda-beda di tiap distro. Pengguna rolling release kemungkinan mendapatkannya lebih cepat, sedangkan pengguna distro yang lebih konservatif biasanya perlu menunggu lebih lama sebelum Plasma 6.7 tersedia di sistem mereka.

Source: www.xda-developers.com

Baca Juga

Back to top button