pelantar.id – Jika kamu termasuk orang yang suka menyaksikan adegan-adegan brutal dalam film, tontonlah Message Man. Tapi ingat, jangan ajak anak kecil menonton film ini.

Saat ini, Message Man sedang tayang di bioskop-bioskop Tanah Air. Sesuai dengan genre film; action, crime dan thriller, film ini banyak menyajikan adegan sadistis. Karena itu film ini dilabeli penonton 21+.

Dalam film yang dibintangi Paul O’Brien, aktor asal Australia ini, terdapat adegan-adegan seperti tangan dipotong sampai leher disembelih. Kalau kamu tak suka kekerasan, apalagi tak tahan melihat darah, sebaiknya pilih nonton film yang lain saja ya.

Pernah menonton film John Wick atau The Raid? Kira-kira, kisah film Message Man ini merupakan gabungan dari dua filim tersebut.

Message Man bercerita tentang Ryan Teller yang diperankan Paul O’Brien. Seorang pembunuh bayaran yang sudah pensiun dan ingin hidup normal. Ia kemudian mengisi hidupnya dengan mengunjungi pulau-pulau indah di Indonesia.

Saat perahunya bersandar di sebuah pulau yang padat penduduk, Ryan menyaksikan orang yang disayanginya dilukai oleh pelaku perdagangan manusia. Dari situ, insting membunuhnya pun muncul kembali.

Baca Juga :   Tanda-Tanda Lingkungan Kerja yang Tak Sehat

Layaknya pembunuh bayaran, Ryan menampilkan wajah dingin ketika mencabik-cabik musuhnya. Lelaki berwajah brewokan itu juga terpaksa meminta bantuan sebuah organisasi hitam yang memberikan jasa pembunuh bayaran ketika harus menghadapi banyak musuh.

Para penjahat di film Message Man.
Foto: Youtube

Mirip organisasi The Continental di film John Wick. Sebuah organisasi bawah tanah yang bisa menyewakan pembunuh bayaran (hitman).

Seorang sniper (Mike Lewis) ditunjuk oleh organisasi untuk memberikan bantuan untuk Ryan Teller. Tapi itu tidak gratis, Ryan harus membayar jutaan dollar Amerika untuk mendapat pelayanan itu.

Tokoh mafia bernama Lee (Verdi Solaiman) juga menyewa pembunuh bayaran untuk memburu Ryan. Penonton akan melihat bagaimana etika ketika para hitman saling membunuh. Pokoknya ‘no mercy’.

Lee memang sudah lama ingin menghabisi Ryan karena orangtuanya dibunuh oleh sang Message Man, yang tak lain adalah sosok Ryan Teller.

Baca Juga : 

Bohemian Rhapsody, Film Biopik Musik yang Menghibur Haru

The Message menampilkan adegan sadistis mirip dengan film The Raid. Film karya Corey Pearson ini mengawali adegan action dengan perkelahian jarak dekat dengan parang. Tangan dipotong hingga kepala ditebas diiringi darah berceceran.

Baca Juga :   PT Airin Luncurkan Pelabuhan Khusus Kapal Pengangkut Gas di Batam

Adegan berdarah-darah lainnya mengandalkan tusukan pisau berkali-kali ke tubuh, kepala musuh disembelih, sampai tembak-tembakan pakai senjata api.

Paul O’Brien yang memerankan tokoh Ryan si Message Man.
Foto: Youtube

Film ini mengambil syuting di kawasan Kepulauan Seribu. Sayangnya, tak banyak lokasi indah di kepulauan di seberang Jakarta ini diekspos. Film lebih banyak mengambil lokasi padat penduduk.

Film ini sebetulnya sudah selesai produksi 5 tahun yang lalu. Namun, film kolaborasi antara rumah produksi Indonesia (HJ Production dan PT. Melon Indonesia) dan Australia (HJ Production) baru bisa menayangkan secara komersil mulai 22 November lalu.

Penilaian orang-orang yang sudah menonton film ini lewat IMDB cukup lumayan sih, dapat nilai 7.

CEO Melon Indonesia, Dedi Suherman mengungkap alasan kenapa perusahaannya memilih genre ini karena bisa mudah masuk ke dunia internasional.

“Nah, mengambil genre yang agak unik ini, laga, bahasa Inggris, gabungan barat dan Indonesia, kita bisa masuk dunia internasional,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, pihaknya juga berencana akan menayangkan film Message Man di negara kawasan Asia lainnya. Bagaimana, kamu tertarik menontonnya?

 

 

 

Sumber : Uzone.id