Microsoft tampaknya sedang menyiapkan arah baru untuk Surface, dan pusat perhatiannya bukan lagi hanya Intel. Perusahaan itu sedang membuka jalan bagi model Surface for Business yang memakai Snapdragon X2, dengan janji performa AI lokal yang diklaim bisa melesat hingga 80 persen lebih cepat.
Langkah ini menarik karena Microsoft tidak hanya menambah pilihan chip, tetapi juga mengubah cara Surface diposisikan. Di saat varian Intel Core Ultra 3 sudah tersedia untuk pelanggan bisnis, Microsoft justru menyiapkan opsi lain yang lebih menonjolkan efisiensi daya dan kemampuan AI di perangkat.
Arah baru untuk lini Surface bisnis
Microsoft mengonfirmasi lewat blog resminya bahwa portfolio Surface for Business akan diperluas dengan perangkat berbasis Snapdragon X2. Pengumuman itu belum disertai rincian lengkap, tetapi cukup untuk memastikan bahwa model baru memang sedang disiapkan.
Sampai sekarang, Microsoft belum membuka harga, spesifikasi penuh, maupun fitur lain untuk varian tersebut. Satu-satunya janji yang disampaikan di luar peningkatan AI adalah daya tahan baterai yang disebut tanpa kompromi.
Kondisi itu membuat pengumuman ini masih terasa seperti tahap awal. Meski begitu, kehadiran Snapdragon X2 menunjukkan bahwa Microsoft sedang memperluas jalur Surface di luar ketergantungan pada Intel.
AI lokal jadi daya tarik utama
Poin paling menonjol dari model baru ini adalah klaim “hingga 80 persen lebih cepat” untuk local AI inferencing. Artinya, Microsoft ingin mendorong pemrosesan AI langsung di perangkat, bukan hanya mengandalkan cloud.
Pendekatan seperti ini sejalan dengan tren PC yang makin ramai menonjolkan fitur AI. Dengan posisi tersebut, Surface berbasis Snapdragon X2 diarahkan sebagai perangkat yang tidak hanya hemat daya, tetapi juga lebih responsif untuk tugas AI harian.
Walau begitu, Microsoft belum menjelaskan secara teknis bagaimana peningkatan itu dicapai. Informasi yang tersedia baru sebatas tujuan performa yang ingin dikejar dan arah besar produk yang sedang disiapkan.
Pilihan chip dan peluang pasar
Di sisi lain, model Intel Core Ultra 3 yang sudah ada tetap menyasar kebutuhan bisnis dan dibanderol mulai dari $1,499. Kehadiran Snapdragon X2 memberi sinyal bahwa Microsoft ingin memisahkan kebutuhan bisnis dan konsumen dengan lebih fleksibel.
Windows Central melaporkan bahwa peluncuran model Snapdragon X2 sempat tertunda karena ketersediaan komponen. Permintaan tinggi terhadap chip tersebut disebut membuat jadwal mundur beberapa bulan.
Laporan yang sama juga menyebut Microsoft belum siap merilis model konsumen. Situasi ini bisa memberi lini bisnis kesempatan lebih dulu masuk pasar sebelum varian konsumen menyusul.
OLED masih dalam tahap pertimbangan
Ada satu detail lain yang ikut mencuri perhatian, meski belum resmi. Microsoft disebut sedang mempertimbangkan layar OLED opsional untuk model konsumen Snapdragon X2, dan ini bisa menjadi yang pertama untuk jajaran Surface.
Namun, rencana OLED itu belum dikonfirmasi. Karena itu, posisinya masih sebatas kemungkinan, bukan fitur yang sudah pasti hadir di perangkat akhir.
Publikasi yang sama sebelumnya juga menyebut Microsoft hanya berencana memakai dua chip dari lini Snapdragon X2, yakni X2 Plus dan X2 Elite. Dengan informasi yang sudah muncul sejauh ini, arah Surface berikutnya mulai terlihat lebih jelas lewat kombinasi performa AI, efisiensi daya, dan potensi layar premium.





