“Pendidikan adalah senjata terkuat yang dapat kamu gunakan untuk mengubah dunia”- Nelson Mandela.

 

Oleh: Dody C Butar Butar
Mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Kita semua tentu sepakat, pendidikan memiliki peranan penting untuk kemajuan suatu bangsa. Karena itu, upaya peningkatan mutu pendidikan sudah seharusnya menjadi prioritas dari negara untuk keberlangsungan hidup ke depannya. Karena kualitas sumber daya manusia (SDM) suatu bangsa sangat bertolok ukur dari peningkatan mutu pendidikan masyarakat yang terdapat pada negara tersebut.

Terlebih lagi pada era millenial ini. Perkembangan teknologi yang sangat pesat, memaksa suatu negara untuk terus menyeimbangkannya. Ini menjadi tugas dunia pendidikan, terlebih lagi jenjang perguruan tinggi yang berasaskan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Apa jadinya jika negara tidak mampu meningkatkan kualitas pendidikan? Apa akan membiarkan diri terlena dengan perkembangan global yang jelas telah sebegitu masive-nya ini?

Jika iya, pastilah negara kita akan berada pada jurang ketertinggalan di era yang penuh dengan segala kemajuan di segala bidang. Jika tak berbenah mengejar ketertinggalan itu, pada akhirnya kemajuan tersebut hanya akan menjadi mimpi yang akan selalu menghiasi tidur masyarakat negeri ini. Belum lagi imbas yang akan diterima masyarakat akibat dari dampak perdagangan bebas yang mampu menenggelamkan masyarakat menuju jurang keterpurukan yang semakin dalam, dikarenakan tidak mampunya negara mencetak SDM yang mampu bersaing di pasar global.

Upaya peningkatan mutu pendidikan harus segera dilakukan di negeri ini, sehingga mampu memberi dampak positif dalam segala hal untuk mendongkrak SDM bagi masyarakat terutama bagi generasi muda ke depannya. Karena masa depan suatu negara berada di tangan generasi mudanya yang memiliki kualitas pedidikan yang baik.

Berbagai cara bisa dilakukan dalam upaya mendongkrak kualitas atau mutu pendidikan. Seperti menambah kuota tenaga pengajar yang bermutu dan berkompeten, penambahan ruang belajar dan laboratorium maupun fasilitas pendukung dari studi pendidikan itu sendiri. Fasilitas pendukung dalam melakukan proses belajar snagat penting, tanpa fasilitas yang memadai mustahil jalannya pendidikan itu berjalan sempurna.

Namun sayangnya, penulis masih melihat banyaknya perguruan tinggi maupun universitas khususnya di Kota Batam yang tidak memiliki sarana dan prasarana memadai sebagai fasilitas penunjang dalam melakukan proses pembelajaran. Hal ini dapat ditemukan hampir di setiap univesitas yang memiliki program studi Fakultas Teknik di Kota Batam. Apa jadinya mahasiswa teknik tersebut tanpa dilengkapi dengan pengetahuan lapangan atau dengan kata lain praktikum? Karena aplikasinya hampir segala bidang industri itu akan dipegang oleh para sarjanawan Fakultas Teknik.

Hal ini tentunya tidak lepas dari perhatian pemerintah khususnya Dinas Pendidikan yang dibentuk oleh negara sebagai lembaga penanganan aspek pendidikan, dan pemberi izin sekaligus pengawas mutu pendidikan. Sudah seharusnya Pemerintah Kota Batam mengambil langkah nyata untuk meningkatkan mutu pendidikan di kota ini.

Hal itu sudah ditegaskan dalam Undang Undang Dasar Republik Indonesia, Pasal 7, Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi mengenai “Tanggung Jawab Pemerintah Atas Penyelenggaraan Pendidikan dalam Upaya Memantapkan Mutu Pendidikan Serta Memberi dan Mencabut Izin yang Berkaitan dengan Penyelenggaraan Perguruan Tinggi”.

Menurut penulis, hal ini sangat membingungkan khususnya bagi para mahasiswa. Bagaimana tidak, tersedianya Fakultas Tekhnik di Universitas Riau Kepulauan, misalnya, teryata tidak dibarengi dengan kelengkapan fasilitas pendukung dalam melakukan proses belajar. Tentu kondisi itu secara langsung akan membuat proses perkuliahan berjalan tidak maksimal. Padahal, dalam proses mengambil standard akreditasi terhadap fakultas maupun jurusan pada suatu universitas, ketersediaan sarana dan prasarana menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan akreditasi tersebut.

Untuk menyediakan segala fasilitas tersebut, pihak universitas memang sangat dibebani oleh keterbatasan financial, dan beberapa universitas mencari solusi dengan cara mengadakan kerja sama dengan perusahaan sebagai penyelia sarana praktikum dalam bentuk MoU (Memorandum of Understanding). MoU tersebut bentuknya tidak mengikat, karena pihak perusahaan juga berhak untuk melihat prospek kesinambungan dari nota kesepahaaman itu serta berhak untuk mencabut kesepakatan suatu saat.

Batam adalah kota industri yang sudah seharusnya memiliki fasilitas sebagai daya atau sarana penunjang kualitas pendidikan dalam bentuk praktikum bagi para mahasiswa tempatan. Sebagai mahasiswa, penulis berharap pemerintah beperan serta menjembatani hubungan antara pihak universitas dengan pihak perusahaan dalam upaya menyukseskan pendidikan, seperti yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor dengan penerapkan Peraturan Daerah (Perda) untuk menyokong aspek pendidikan sebagai implementasi program CSR (Corporate Social Responsibility). Penulis sebagai Mahasiswa Batam berharap agar program kerja sama antara perusahaan dengan perguruan tinggi dijadikan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi para calon sarjanawan di Batam.

Dinas Pendidikan Kota Batam harus mampu membuat kebijakan agar setiap perusahaan yang ada di Batam menjadi fasilitator kerja praktek bagi setiap mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi di Batam sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Karena sangat jelas kualitas pendidikan di perguruan tinggi di Batam masih sangat jauh tertinggal dari kota kota lainnya seperti Medan, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, dan kota-kota besar lain di Indonesia. Hal itu tak lain karena di kota-kota tersebut, universitasnya sudah memiliki kesadaran dalam menyediakan fasilitas sebagai penunjang proses belajar.

Sekiranya itu adalah sebuah langkah sebagai solusi dari kami mahasiswa di Batam untuk meningkatkan daya pendidikan. Dan hal ini juga sebagai pertimbangan untuk memperbaiki kualitas proses belajar bagi calon mahasiswa dan para lulusan universitas di Batam yang akan datang dengan harapan Batam mampu menghasilkan para sarjanawan yang memiliki daya saing yang baik dalam dunia usaha nasional maupun perindustrian internasional. Kami sebagai generasi muda sadar bahwa SDM yang berkualitas adalah dasar dari kemajuan negara.
***