Pelantar.id – Banyak mitos yang salah tentang gejala penyakit jantung. Ada yang beranggapan tangan berkeringat sebagai gejala penyakit jantung atau mitos yang lainnya penyakit jantung hanya diderita oleh orang tua.

Sayangnya tak semua informasi yang kita dengar tersebut benar adanya. Kita perlu meluruskan persepsi yang berkembang. Misalnya untuk anggapan bahwa penyakit jantung hanya diderita para orang tua saja. Padahal pada kenyataannya ditemui penyakit jantung yang menyerang pada usia muda.

Berikut beberapa persepsi yang harus kita luruskan mengenai penyakit jantung

Serangan jantung juga menyerang usia muda

Dilansir dari detik.com, menurut dr Maizul Anwar, SpBTKV, dokter spesialis bedah thoraks kardiovaskular dari Siloam Hospital Kebon Jeruk bahwa semua orang dewasa bisa terserang jantung.

“Tidak (bukan cuma orang tua), jadi semua orang dewasa mulai dari usia 30 tahun bisa menjadi serang jantung. Pengalaman kita, umur termuda yang kita operasi 31 tahun. By pass. Jadi, kalau misalnya wanita lebih banyak pada orang lebih tua setelah menopause,” kata dr Maizul Anwar.

Baca Juga :   CGV dan Cinema XXI Siapkan Protokol Kesehatan Saat Bioskop Dibuka

berkeringat tanda jantungan?

Bagaimana dengan mitos tangan berkeringat? dr Maizul mengatakan tak selamanya gejala tersebut dikatakan sebagai indikasi penyakit jantung.

“Ada hubungannya ada, karena kalau payah jantung namanya bisa terjadi demikian. Tapi ada suatu penyakit namanya hiperhidrosis, telapak tangannya itu selalu basah. Aktivitas daripada kelenjar keringat tapi itu bisa dikontrol. itu enggak bahaya, tapi kan kalau anak muda dia risih, basah kalau menulis,” kata dr Maizul.

Gagal jantung artinya jantung berhenti berdetak?

Saat gagal jantung, jantung akan terus bekerja, tapi memang tak memompa darah sebaik seharusnya. Ini dapat menyebabkan sesak napas, bengkak pada kaki dan pergelangan kaki atau batuk terus-menerus.

Harus menghindari konsumsi telur, atau paling tidak menghindari bagian kuning telur

Studi jangka panjang telah membuktikan bahwa konsumsi 1 butir telur setiap hari tidak meningktakan risiko terjadinya penyakit jantung. Akan tetapi, hal ini akan berbeda jika telur dikosumsi bersamaan dengan daging yang diproses atau keju kemasan tinggi lemak.

Baca Juga :   Mengenal Stan Lee, Bapak Semesta Komik Marvel

Ya, telur memang mengandung asupan kolesterol yang tinggi, namun ternyata bukan cara yang efektif jika kita hanya menghindari konsumsi telur untuk menekan risiko penyakit jantung.

Minyak kelapa baik dikonsumsi untuk mencegah penyakit jantung

Minyak kelapa, atau minyak kelapa sawit, sebagai minyak nabati dianggap sebagai salah satu alternatif minyak yang baik dikonsumsi untuk mencegah atau mengatasi penyakit jantung.

Sayangnya, hal tersebut seakan dibantah oleh para pakar kesehatan dari Mayo Clinic. Konsumsi minyak kelapa justru terbukti lebih meningkatkan kadar kolesterol dibandingkan minyak nabati jenis lain, misalnya minyak zaitun atau minyak canola.

Studi juga menyebutkan bahwa penggunaan minyak kelapa untuk pencegahan penyakit jantung, pada subjek manusia dalam skala besar masih belum banyak menunjukkan bukti.

Suplemen asam lemak omega 3 akan mendukung kesehatan jantung

Baca Juga :   Indonesia Resmi Gelar MotoGP 2021, Bangun Sirkuit di NTB

Asupan lemak baik alami memang terbukti mampu mengurangi risiko terjadinya inflamasi dan mengurangi plak lemak dalam darah.

Suatu studi yang melibatkan subjek lebih dari 80.000 subjek menyebutkan bahwa tidak ada hubungan antara konsumsi suplemen omega 3 dan kesehatan jantung.

Hal ini didukung oleh pakar kesehatan yang menyebutkan bahwa asupan omega 3 dari suplemen kurang dianjurkan selama Anda bisa memperoleh asupan omega 3 alami dari bahan makanan.

Menjaga jantung tetap sehat

Menurut penjelasan dr Maizul, berbagai sayur-sayuran dan juga buah adalah hal yang direkomendasikan untuk menjaga jantung tetap sehat.

“Banyak sayur-sayuran dan buah-buahan itu bisa lebih sehat ke jantung, karena menyerap garam-garam dari yang kita ambil,” jelasnya.

Buah dan sayur apa? Kata dr Maizul semua buah dan sayur baik untuk jantung. Anda bisa segera mengambil langkah untuk membiasakan diri mengkonsumsi buah untuk menjaga kesehatan jantung Anda.

editor: eliza gusmeri

dari berbagai sumber