Polygon Tambora AE GRX E-Bike 2026 langsung mencuri perhatian karena masuk ke kelas gravel elektrik premium dengan paket yang terasa lengkap. Dengan harga sekitar Rp68 juta, sepeda ini membawa rangka karbon, motor Bosch 55 Nm, dan bantuan tenaga hingga 45 km/jam untuk pengguna yang menargetkan perjalanan jauh.
Satu hal yang paling menonjol dari model ini adalah karakter serbagunanya. Sepeda ini dirancang untuk tetap cepat di aspal, tetap percaya diri di jalur makadam, dan tetap efisien saat dipakai touring panjang.
Performa untuk rute panjang
Polygon menempatkan motor Bosch sebagai pusat performa Tambora AE GRX E-Bike 2026. Torsinya mencapai 55 Nm, dengan dorongan yang disebut halus tetapi tetap kuat saat menghadapi tanjakan panjang dan lintasan gravel yang lebih berat.
Bantuan tenaga yang disiapkan juga memungkinkan sepeda melaju sampai 45 km/jam. Angka ini membuatnya menonjol di kelas gravel e-bike, terutama bagi pengguna yang ingin menjaga tenaga tetap hemat saat menempuh jarak jauh.
Untuk mendukung kebutuhan touring dan riding intensif, Polygon memasang baterai terintegrasi 400 Wh. Sepeda ini juga mendapat cadangan 250 Wh yang memberi ruang pemakaian lebih lama dalam satu hari berkendara.
Rangka karbon dan tampilan yang rapi
Di bagian rangka, Polygon menggunakan frame karbon ACX yang ringan dan ditujukan untuk kebutuhan gravel performance. Material ini penting karena sepeda tetap harus lincah meski sudah membawa motor dan baterai.
Tampilan kokpit juga dibuat bersih lewat sistem kabel internal. Hasilnya, area depan terlihat lebih modern dan rapi, sekaligus menegaskan kesan premium yang sesuai dengan kelas harganya.
Polygon melengkapi bagian kemudi dengan handlebar FSA lebar sekitar 400 mm dan stem Vision SMR 90 mm. Kombinasi ini mendukung posisi berkendara yang stabil dan ergonomis, baik saat melaju di aspal maupun ketika harus menjaga kontrol di jalur teknikal.
Fork karbon dengan teknologi flip chip juga ikut dipasang di depan. Fitur ini memberi penyesuaian geometri sesuai kebutuhan medan, meski pada versi e-bike pengaturannya disebut hanya tersedia di bagian depan.
Komponen yang siap menanjak dan tetap efisien
Untuk drivetrain, Tambora AE GRX memakai Shimano GRX 1×12 speed. Setup ini dipasangkan dengan cassette 10–50T, sehingga rentang giginya luas untuk tanjakan curam sekaligus tetap mendukung kecepatan di jalan datar.
Rear derailleur GRX pada sepeda ini sudah dibekali teknologi Shadow RD+. Sistem tersebut membantu menjaga stabilitas rantai saat sepeda melintasi medan kasar yang penuh getaran dan guncangan.
Polygon juga menyematkan sistem Linkglide dan Hyperglide. Kombinasi ini membuat perpindahan gigi terasa lebih halus dan membantu daya tahan pemakaian yang lebih baik.
Roda dan ban untuk lintasan campuran
Di bagian roda, sepeda ini menggunakan wheelset Novatec G24 dengan lebar internal 28 mm. Pilihan ini dipadukan dengan ban Schwalbe G-One all-around yang dirancang fleksibel untuk aspal, gravel, hingga jalur offroad ringan.
Karakter itu membuat Tambora AE GRX E-Bike 2026 tidak hanya menarik untuk penggemar gravel, tetapi juga bagi pengguna road bike yang ingin platform lebih luas. Sepeda ini memberi rasa cepat di lintasan mulus, namun tetap siap dibawa menjelajah rute campuran.
Dengan banderol sekitar Rp68 juta, Polygon menempatkan model ini sebagai salah satu produk paling lengkap di segmen gravel elektrik premium di Indonesia. Kombinasi motor Bosch 55 Nm, rangka karbon ACX, baterai 400 Wh plus cadangan 250 Wh, dan grupset Shimano GRX 1×12 menjadi bekal utama untuk pengguna yang mencari sepeda performa tinggi untuk perjalanan jauh.