pelantar.id – Peringatan bagi para pemilik kendaraan di Kota Batam, Kepulauan Riau. Mulai 1 Oktober 2018, setiap kendaraan yang parkir sembarangan akan dikenakan denda.

Pemerintah Kota Batam sudah menetapkan, sesuai peraturan daerah (perda), kendaraan roda 4 yang parkir sembarangan akan didenda sebesar Rp500 ribu dan Rp175 ribu untuk kendaraan roda dua.

“Sekarang ini masih tahap sosialisasi. Nanti, mulai 1 Oktober akan langsung dilakukan penindakan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Rustam Efendi, baru-baru ini dikutip dari website Pemerintah Provinsi Kepri, kepriprov.go.id.

Rustam mengatakan, rincian denda untuk kendaraan roda 4 sebesar Rp500 ribu adalah, Rp300 ribu untuk ongkos derek dan Rp200 ribu masuk ke kas daerah. Sedangkan rincian denda untuk kendaraan roda dua adalah, Rp100 ribu untuk ongkos derek dan Rp75 ribu ke kas daerah.

Baca Juga :   Kopi Cinta dari Double N Coffee Batam

Sistem pembayaran denda akan langsung masuk ke kas daerah melalui bank. Rustam memastikan pembayaran denda tidak dilakukan dari tangan ke tangan. Jika dalam waktu 24 jam kendaraan yang diderek tidak diambil pemiliknya, maka pemilik kendaraan akan kembali dikenakan denda sebesar Rp500 ribu.

“Ketentuan itu berlaku selama 24 hari,” kata dia.

Jika kebijakan tersebut tidak diterapkan dengan tegas, lanjut Rustam, dikhawatirkan parkiran di Kantor Dishub akan penuh. Namun, jika dalam waktu 14 hari kendaraan tersebut tidak diambil pemiliknya, maka akan masuk dalam proses lelang. Untuk operasional parkir di Kota Batam, sesuai dengan ketentuan akan berlangsung mulai pukul 06.00 sampai pukul 22.00.

Baca Juga :   Khabib Ancam Mundur dari UFC, Pindah ke Smackdown?

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, Dishub Kota Batam memang harus segera melakukan penertiban perparkiran di kota ini. Apalagi, selama ini masih banyak terjadi pungutan liar dari juru parkir yang tidak resmi.

“Selama ini, di atas jam 11 malam juga masih ada yang mungut (uang parkir). Itu menurut kami masuk dalam pungutan liar, harus ditertibkan,” katanya.

Nyayang berharap, diterapkannya denda parkir di Batam, bisa meningkatkan pendapatan asli daerah. Pemerintah Kota Batam sudah selayaknya memaksimalkan pendapatan dari sektor parkir.

 

Editor : Yuri B Trisna