pelantar.id – Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, realisasi ekspor Indonesia pada November mencapai US$ 14,83 miliar. Sementara impor di bulan yang sama tercatat US$ 16,88 miliar.

Dengan demikian, neraca perdagangan RI di November kembali defisit US$ 2,05 miliar. Kedua nilai ekspor dan impor itu sama-sama turun.

Angka ekspor turun 3,28 persen secara tahunan, sementara angka impor turun 4,47 peesen dibandingkan posisi Oktober 2017.

“Yang sebabkan impor kita turun adalah impor migas 2,80 peesen. Impor yang turun minyak mentah turun 2,37 persen,” kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam jumpa pers di kantor pusat BPS, Jakarta Pusat, Senin (17/12/18).

Impor non migas juga turun sebesar 4,80 persen pada November 2018 dibandingkan bulan yang sama 2017.

Baca Juga :   KPU Kepri Terima Berkas 13 Bakal Calon DPD

Berikut data neraca perdagangan RI selama 2018 :
– Januari: defisit US$ 756 juta
– Februari: defisit US$ 52,9 juta
– Maret: surplus US$ 1,12 miliar
– April: defisit US$ 1,63 miliar
– Mei: defisit US$ 1,52 miliar
– Juni: surplus US$ 1,74 miliar
– Juli: defisit US$ 2,03 miliar
– Agustus: defisit US$ 1,02 miliar
– September: surplus US$ 227 juta
– Oktober: defisit US$ 1,82 miliar
– November: defisit US$ 2,05 miliar


Sumber : Detik.com